Evaluasi Penataan Ruang, Pontianak Butuh Biaya Besar

Tata Ruang Kota Pontianak saat ini memang perlu pengaturan kembali, seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan bangunan

Evaluasi Penataan Ruang, Pontianak Butuh Biaya Besar
TRIBUN PONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono melihat Virtual Hologram Assitant yang dipasang di Front Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan. Rabu (25/9/2019) 

Evaluasi Penataan Ruang, Pontianak Butuh Biaya Besar

PONTIANAK - Tata Ruang Kota Pontianak saat ini memang perlu pengaturan kembali, seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan bangunan.

Apalagi sejarah Pontianak yang berkembang mulai dari daerah tepian sungai dan memiliki demografi yang flat sehingga peradaban Pontianak kental dengan pembangunan saluran atau parit.

Namun setelah itu, konsep pembangunan mulai mengarah kedaerah dalam dan banyak saluran terdampak oleh pembangunan.

Beberapa tahun terakhir, Kota Pontianak mengarahkan pembangunan pada konsep peradaban awal sehingga perlu biaya besar untuk memulihkan kembali.

Konsep peradaban awal yaitu dengan menjadikan Sungai Kapuas sebagai wajah kota.

Baca: Percantik Wajah Kota, Pontianak Akan Atur Ulang Tata Ruang

Baca: Edi Kamtono Tegaskan Tata Ruang Dinamis, Namun Pertahankan RTH

Baca: Sikapi Situasi Kamtibmas Nasional, Polres Sanggau Gelar Coffee Morning

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan pihaknya melakukan rapat koordinasi antata Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Pontianak.

Dilakukannya Rakor TKPRD bertujuan untuk mengevaluasi tata ruang yang sudah ada termasuk Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Pontianak yang sedang dalam proses.

"Kita mau menjadikan Pontianak ruang yang tertata sesuai dengan fungsi, zoning dan pemanfaatan ruang yang maksimal. Tentunya PR kita masih banyak terkait dengan kota ini, karena berkaitan pula dengan biaya serta komitmen pemilik lahan dan bangunan," ucap Edi Kamtono, saat diwawancarai di Hotel Avara, Rabu (2/10/2019).

Tentunya untuk menata ulang dengan kondisi yang ada saat ini, Pemkot membutuhkan biaya yang besar. Edi memastikan pihaknya berkomitmen menata sesuai dengan konsep tata ruang yang telah dibuat, namun dilakukan secara bertahap.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved