Sosialisasi Pengawasan Mutu Pangan Segar di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Kadis

Abdurrasyid menjelaskan, kalau kegiatan tersebut sangat penting, pengecekkan mutu pangan segar akan dilakukan 2 minggu sekali diberbagai lokasi

Sosialisasi Pengawasan Mutu Pangan Segar di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Kadis
TRIBUNPONTIANAK/Sahirul Hakim
Foto bersama usai sosialisasi pengawasan keamanan dan mutu pangan segar, yang dibuat oleh Dinas Pangan, Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar. 

Sosialisasi Pengawasan Mutu Pangan Segar, Ini Penjelasan Kadis

KAPUAS HULU - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu Abdurrasyid menyatakan kemarin pada tanggal 29 September 2019, dirinya telah membuka acara sosialisasi pengawasan keamanan dan mutu pangan segar, yang dibuat oleh Dinas Pangan, Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar.

"Acara berlangsung di Aula Dinas pertanian dan pangan Kabupaten Kapuas Hulu. Dimana kegiatan ini adalah satu upaya untuk melindungi masyarakat dari pangan yang berbahaya bagi kesehatan," ujarnya kepada wartawan, Senin (30/9/2019).

Abdurrasyid menjelaskan, kalau kegiatan tersebut sangat penting, pengecekkan mutu pangan segar akan dilakukan 2 minggu sekali diberbagai lokasi oleh petugas yang telah ditunjuk.

Baca: Panen Perdana Padi di Sengah Temila, Karolin Ajak Masyarakat Wujudkan Swasembada Pangan

Baca: Poltesa Laksanakan Kegiatan Pelatihan Tanaman Pangan, Untuk Petani Desa Tebas Sungai

Dimana pengecekan pengawasan keamanan dan mutu pangan segar dilakukan sesuai dengan peraturan menteri pertanian nomor 53 tahun 2018 tentang keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan.

"Hal ini sangat relevan, karena salah satu pintu masuk penyakit adalah makanan. Jadi menjaga kesehatan masyarakat, berarti kita juga harus menjaga makan mereka,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini sosialisasi yang diakukan baru tentang keamanan buah-buahan dan sayuran.

Namun tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat akan melakukkan pengetesan layak konsumsi terhadap sumber makanan yang berasal dari hewan.

"Ini sangat penting supaya pengetesan sumber makanan dari hewan seperti sapi dan unggas, termasuk produk olahan seperti sosis, bakso dan lain sebagainya," ungkapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved