Soal Tangga Vea Ferrata, Komunitas Pendaki: Lebih Baik Perbaiki yang Lama

Rencana pembangunan tangga Vea Ferrata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam ditanggapi serius oleh Komunitas Pendaki Kalimatan Cabang Sintang

Soal Tangga Vea Ferrata, Komunitas Pendaki: Lebih Baik Perbaiki yang Lama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Seorang pendaki beristirahatlah di tangga terakhir menuju puncak Gunung Kelam. Tangga keempat ini yang paling ekstrem dari tiga tangga lainnya. Mempunyai tingkat kemiringan yang sangat curam. Selain itu, beberapa tiang besinya sudah keropos dimakan usia. 

Soal Tangga Vea Ferrata, Komunitas Pendaki: Lebih Baik Perbaiki yang Lama

SINTANG - Rencana pembangunan tangga Vea Ferrata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam ditanggapi serius oleh Komunitas Pendaki Kalimatan Cabang Sintang.

Heri Sumitro Lingga, Ketua Komunitas kapuas pendaki Sintang (KPS) menyebut, seharusnya BKSDA Kalbar memperbaiki tangga yang sudah ada, daripada membuat tangga baru. " lebih baik perbaiki tangga yang lama, daripada buat baru," jelasnya.

Menurut Lingga, banyak pendaki belum familiar dengan tangga Vea Ferrata. Apalagi, di Indonesia baru ada di Gunung Parang, Purwakarta. Lingga menegaskan, jika tangga pendakian diganti justru mematikan minat wisatawan untuk mendaki.

"Tangga diganti menjadi Via Ferrata itu sama ja mematikan minat wisatawan untuk mendaki. Merampot jak kalau dibilang untuk menambah pendapatan masyarakat setempat. Justru tu mematikan perekonomian masyarakat," jelas Lingga.

Baca: IYALE Kalbar, Komunitas Pemuda Untuk Masyarakat

Baca: Komunitas Lindungi Hutan Landak Siap Kerjasama dengan Dinas LH

Baca: Komunitas Lindungi Hutan Landak Siap Kerjasama dengan Dinas LH

Lingga berpandangan, jika BKSDA berniat meningkatkan kesejahteraan masayarakat kawasan, seharusnya lokasi wisata itu dibenahi dulu. Karena dengan infrastruktur yang memadai dapat mendobrak pengunjung datang. " Secara otomatis menigkatkan perekonomian masyarakat," bebernya.

Keberadaan tangga Vea Ferrata dinilai akan mengurangi minat para pendaki karena kesulitan. "Kenapa tangganya tidak buat lebih gampang untuk dilalui, seperti tangga sebelumnya tinggal dimantabkan lagi.

Lingga pesimis, jika keberadaan tangga Fea Verrata akan berdampak terhadap pendapatan masyarakat. "Dengan tangga Via Ferrata, merampot ja bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Yang ada mematikan perekonomian masyarakat setempat.

Daniel, Ketua Komunitas Pendaki Kalimantan Cabang Sintang berpandangan serupa. Seharusnya BKDA mensosialisasikan terlebih dahulu soal rencana ini agar para pendaki tidak kaget.

Dia juga mempertanyakan profesionalitas para guide jika nanti akan mendampingi naik tangga Vea Ferrata.

"Sosialisasi dulu, biar kami tidak kaget. Kesiapan guide gimana, harus benar benar-benar mampu, soalnya urusan nyawa," tukasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved