PDAM Ketapang Akui Kalau Air Sudah Tidak Layak Untuk Dikonsumsi

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang, Yusbandi mengaku sudah membahas kondisi air asin yang terjadi di Kabupaten Ketapang

PDAM Ketapang Akui Kalau Air Sudah Tidak Layak Untuk Dikonsumsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Direktur PDAM Ketapang, M Taufik meninjau tempat pengolahan air PDAM Ketapang di Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan, Jumat (5/5/2017).   

PDAM Ketapang Akui Kalau Air Sudah Tidak Layak Untuk Dikonsumsi

KETAPANG - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang, Yusbandi mengaku sudah membahas kondisi air asin yang terjadi di Kabupaten Ketapang, bahkan hal ini pun pihaknya sudah melayangkan surat ke Bupati Ketapang.

"Kami sudah rapat dengan dewan pengawas, mau saya off kan, saya sosialisasikan juga ke radio, akhirnya masyarakat ribut. Saya bilang air ini tidak bisa untuk konsumsi, hanya untuk MCK," jelas Yusbandi saat dikonfirmasi Tribun via telepon, Senin (30/09/2019).

Terkait mesin pengolahan air baku yang ada, diakui Yusbandi saat ini beberapa bagian mesin hilang di curi, bahkan hal tersebut terjadi belum dilakukan serah terima alat tersebut kepada pihak PDAM Ketapang yang sekarang.

Baca: Warga Keluhkan Air PDAM Asin

Baca: Air PDAM Tirta Khatulistiwa Asin, Yandi Minta Pemkot Pontianak Berinovasi

Baca: Direktur PDAM Kota Pontianak Imbau Masyarakat Tak Gunakan Air PDAM untuk Konsumsi

"Mesin sumber air tawar itu bermasalah, jadi yang punya proyek yang di Pontianak belum serah terima, tapi alat - alatnya di curi orang. Sudah kami laporkan ke pihak Kepolisian, hilangnya sejak tahun 2018 kemarin, " terangnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved