KONI Kalbar Sepakat Tolak Pengurangan Cabor PON 2020

Sebelumnya, pihak tuan rumah PB PON menggelar rapat terbatas bersama Presiden dan memutuskan pengurangan 10 cabang olahraga.

KONI Kalbar Sepakat Tolak Pengurangan Cabor PON 2020
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Wakil Ketua KONI Kalbar Suhadi SW 

KONI Kalbar Sepakat Tolak Pengurangan Cabor PON 2020

PONTIANAK - KONI Kalimantan Barat sepakat menolak kebijakan pengurangan sebanyak 10 cabang olahraga pada PON 2020 mendatang di Papua.

Wakil Ketua KONI Kalbar, Suhadi SW mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat kerja KONI se- Indonesia yang berlangsung di Sumatra Utara pada 20-22 September lalu.

"Intinya semua sepakat agar 10 Cabor tetap diakomodir meskipun diluar Papua," ujarnya kepada Tribun Selasa (1/10/2019)

Sebelumnya, pihak tuan rumah PB PON menggelar rapat terbatas bersama Presiden dan memutuskan pengurangan 10 cabang olahraga sehingga menjadi 37 cabang olahraga.

Baca: Tim Panahan Kalbar Berpeluang Tambah Tiket PON Nomor Standar Bow

Baca: Profil Putri Gita Zahrani, Atlet Panahan Kalbar Bertabur Prestasi yang Berjuang Lolos PON 2020

Hal inilah yang dibahas oleh anggota KONI se-Indonesia yang kemudian meminta solusi atas pengurangan tersebut.

Ia mengatakan desakan tersebut diambil karena masing-masing atlet cabang olahraga yang akan dihapus, telah siap bertanding diajang multi event tertinggi di tingkat Nasional, bahkan di antaranya mereka telah mengikuti Pra PON.

"Kemudian masing-masing Provinsi juga sudah menganggarkan , jika dibatalkan tentu akan menimbulkan persoalan," ujarnya

Ia mengatakan rekomendasi hasil Raker tersebut disampaikan kepada ketua KONI pusat, kepada PB PON dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) republik Indonesia.

Dia mengatakan, jika dibatalkan tentu tidak hanya Kalbar yang akan dirugikan tetapi Provinsi lainya.

Bagi Kalbar ada beberapa cabang olahraga yang cukup diunggulkan seperti balap sepeda dan balap motor, yang kabarnya juga masuk dalam pengurangan tersebut.

"Seperti balap sepeda kita kan sudah ada yang lolos PON ," ujarnya

Sementara itu Sekum ISSI Kalbar, Sugeng Haryadi menilai pengurangan Cabor pada PON mendatang merupakan kerugian bagi semua pihak yang telah membina olahraga terlebih balap sepeda.

"Kerugian bagi semua daerah dan negara yang telah membina Cabor balap sepeda, karena PON sebagai puncak pesta olahraga tertinggi di nasional tetapi tidak dilombakan sehingga merugikan pembinaan cabor balap sepeda baik atlet, pelatih dan pengurus,"ujarnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Zulkifli
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved