Seruan Moral Komisi Kerasulan Awam Konferensi Wali Gereja Indonesia, Merawat Demokrasi

Dinamika hidup berbangsa akhir-akhir ini diwarnai dengan penyampaian aspirasi masyarakat terkait rencana DPR untuk mengesahkan

Seruan Moral Komisi Kerasulan Awam Konferensi Wali Gereja Indonesia, Merawat Demokrasi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, Siswantoko 

Citizen Reporter
Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI
Rm. PC. Siswantoko

Seruan Moral Komisi Kerasulan Awam Konferensi Wali Gereja Indonesia, Merawat Demokrasi

PONTIANAK - Dinamika hidup berbangsa akhir-akhir ini diwarnai dengan penyampaian aspirasi masyarakat terkait rencana DPR untuk mengesahkan beberapa RUU yang masih mengandung banyak kelemahan dan perlu disempurnakan lagi.

Dalam alam demokrasi, demonstrasi sebagai aktualisasi hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat dijamin dan dilindungi oleh undang-undang. Namun sangat disayangkan, demonstrasi yang terjadi diberbagai daerah banyak yang berujung pada kekerasan dan kericuhan.

Terkait dengan hal itu, Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) KWI) menyampaikan beberapa seruan sebagai berikut:

Baca: Bawa Misi Perdamaian, Katib Aam PBNU dan Uskup Agung Temui Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik

Baca: Kapolresta Pontianak Lakukan Safari Kamtibmas ke Gereja GPIB Siloam

Baca: Polsek Menyuke Rutin Lakukan Pam Gereja Setiap Hari Minggu

1. Mendukung setiap kegiatan penyampaian pendapat oleh masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa.

Masyarakat sebagai bagian, bahkan pemilik kedaulatan bangsa ini memang sudah semestinya terlibat aktif dalam menjaga dan merawat negeri ini agar tetap kokoh, aman, dan damai sebagai rumah bersama bagi semua warga negara.

2. Mengutuk berbagai tindakan kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi dan kepentingan masyarakat. Kekerasan, apalagi kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban merupakan tindakan yang merendahkan martabat hidup dan merusak nilai-nilai demokrasi.

Perwujudan kebebasan dalam berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat harus berpegang teguh pada aturan yang berlaku dan memperhatikan kepentingan umum. Kekerasan apapun bentuknya tidak akan mampu menyelesaikan masalah, justru akan menambah penderitaan hidup masyarakat.

3. Mewaspadai pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan ingin memanfaatkan keadaan. Saat ini ada begitu banyak pihak dengan berbagai kepentingan dan agenda, termasuk kepentingan untuk merongong Pancasila, memperlemah bangsa, dan memecah belah masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved