Putri Herlyanti Volunter Kampoeng Ingris, Panggilan Jiwa
Ia mengatakan sebagai mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, ia sangat ingin melakukan sesuatu di bidang pendidikan .
Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Panggilan Jiwa dan Nurani, sosok seorang mahasiswi bernama Putri Herlyanti, mahasiswa semester 5, Program Studi Bahasa Inggris Universitas Tanjungpura untuk melaksanakan kegiatan berbau sosial pendidikan.
Beberapa organisasi diikuti untuk memperluas jaringannya, yaitu English Student Association (2017), Khatulistiwa English Community (2017) ,Aku Belajar ( 2018), dan Kampoeng English Poernama (2019/2019).
Saat ini selain melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa, ia juga mengajar bahasa Inggris di Excellence English Studio, dan juga aktif sebagai Pengurus di ‘Aku Belajar’ bagian perpustakaan, serta menjadi Volunteer (Mengajar) di Kampoeng English Poernama.
Ia mengatakan sebagai mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, ia sangat ingin melakukan sesuatu di bidang pendidikan .
"Saya merasa ada tanggung jawab yang saya pikul saat saya memasuki awal kuliah di bidang bahasa Inggris," ujarnya, Senin (30/9/2019)
Baca: Cegah Stres Pensiunan PNS, BKPSDM Kubu Raya Berikan Pembekalan
Baca: Fashion Desaign Competition 2019, Adu Kreatif Desainer Muda Kota Pontianak
Dari awal, ia juga memang sangat tertarik untuk menjadi volunteer Aku Belajar dengan cara ini ia bisa berkontribusi secara nyata.
"Saya pun mulai mencari-cari informasi tentang kegiatan volunteering di Pontianak. Ternyata, memang cukup banyak. Akhirnya, tekad saya bulat. Saya pun mendaftarkan diri untuk menjadi volunteer di Aku Belajar ," ujarnya.
Hal yang membuat ia tertarik untuk menjadi volunteer di Aku Belajar karena menurutnya kegiatan volunteering di sini sangat berbeda.
"Saya dapat turun langsung untuk membagikan ilmu saya ke anak-anak di TPA Batu Layang selama enam bulan," ujarnya.
Itu artinya, ia benar-benar bisa menyaksikan langsung perkembangan anak-anak di sana selama 6 bulan, dan bisa berbuat lebih untuk anak-anak di sana dengan waktu yang ada.
Sudah 10 bulan ia menjadi volunteer di Aku Belajar dan selama enam bulan itu pula ia menjadi tenaga mengajar di TPA Batu Layang.
‘Aku Belajar’ sendiri awalnya terinspirasi dari kegiatan sosial donasi buku. Agar buku buku tersebut dapat diakses, dibaca dan dipahami anak-anak.
Maka dari itu ‘Aku Belajar’ juga langsung mengajar dari buku-buku donasi tersebut.
Lalu, kegiatan ini pun berkembang menjadi kegiatan sosial kepemudaan di bidang pendidikan.
Setelah menjadi volunteer, ia merasa kontribusi yang ia berikan belum cukup dan tidak akan pernah cukup. Maka dari itu, ia akan terus membagikan ilmunya dalam kegiatan volunteering yang lain.