Bupati Muda Bangga, Kubu Raya Miliki Potensi Mangrove Terbaik dan Kaya Manfaat

Tak hanya itu, potensi magrove tersebut pernah mendapat predikat terbaik di dunia menurut versi majalah Linkers Citylink edisi Maret 2016

Bupati Muda Bangga, Kubu Raya Miliki Potensi Mangrove Terbaik dan Kaya Manfaat
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Alokasi Dana Desa (ADD) Berbasis Kinerja dan Afirmasi serta Pengembangan Sekolah Ekonomi Desa yang digelar The Asia Foundation dan JARI Borneo di Hotel Golden Tulip Pontianak, Jumat (6/9). 

Bupati Muda Bangga, Kubu Raya Miliki Potensi Mangrove Terbaik dan Kaya Manfaat

KUBU RAYA - Kubu Raya memiliki hutan mangrove terluas dan terlengkap.

Tak hanya itu, potensi magrove tersebut pernah mendapat predikat terbaik di dunia menurut versi majalah Linkers Citylink edisi Maret 2016 dan Ekspress Air Magazine.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyebut mangrove memiliki banyak manfaat. Seperti mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai, pencegah dan penyaring alami, tempat hidup sejumlah satwa, dan pembentuk pulau serta penstabil daerah pesisir.

"Mangrove ini adalah anugerah bagi kita. Ketika daratan sudah semakin terkikis, orang akan panik dan barulah menanam mangrove," ujar Muda, Sabtu (28/9/2019).

Lebih lanjutnya, mangrove di Kubu Raya merupakan mangrove terluas kedua di Indonesia. Bahkan satyndi antara yang terlengkap di Asia Tenggara (Asean).

Baca: Berkunjung ke Mangrove Park di Mempawah, Siswa Bali Belajar Tentang Tanaman Mangrove

Baca: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Warga Tanam Pohon Mangrove di Jeruju Besar

Baca: Siswa-siswi Dari Bali Berkesempatan Belajar Mengenal Mangrove di Mempawah Mangrove Park

Selain itu, pengembangan wisata juga menjadi peluang besar serta berdampak positif kepada daerah-daerah lainnya di Kalimantan Barat.

"Sekarang ini, kita telah kembangkan desa-desa menjadi destinasi wisata. Mudah-mudahan kolaborasi bersama masyarakat dan pemuda di desa menjadikan mereka sadar dan fokus," jelas Muda.

Membangun wisata desa, diperlukan kreativitas dan inovasi. Di era digital saat ini, semua dibtuntut untuk serba cepat.

"Mahasiswa dan pemuda harus cekatan dan fokus pada solusi," pesan Muda.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved