Breaking News:

Fahri Hamzah Jelaskan Bagaimana Revisi UU KPK Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah Jelaskan Bagaimana Revisi UU KPK Perkuat Komisi Pemberantasan Korupsi

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Youtube Mata Najwa
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah 

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menjelaskan bagaimana Revisi Undang-undang KPK bisa memperkuat lembaga anti rasuah itu.

"Saya menganggap revisi ini membuat KPK diperkuat," kata Fahri Hamzah saat menjadi narasumber di Mata Najwa, Rabu (25/9/2019).

Alasan Fahri Hamzah menyatakan hal itu karena presiden meletakkan pertanggung jawaban untuk melakukan atau untuk memilih Dewan Pengawas KPK.

"Sehingga KPK itu, dalam bekerja dia berkoordinasi dengan kelembagaan negara lain yang lebih besar," kata Fahri.

"Sehingga orkestra pemberantasan korupsi kembali dipimpin oleh presiden. Sebab menurut saya yang punya tenaga untuk memberantas korupsi di negeri ini adalah presiden yang dipilih dengan ongkos Rp 25 Triliun," kata Fahri Hamzah.

Baca: KPK Tetapkan Rizal Djalil, Tak Jauh dari Pemilihan Lima Anggota BPK Terpilih Periode 2019-2024

Baca: BREAKING NEWS - Ratusan Mahasiswa UPB Gelar Demontrasi di Kantor DPRD Kalbar

Menurutnya, hal itulah yang ditunggu oleh rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Fahri menegaskan, presidensialisme harus diperkuat karena presiden yang dipilih.

Fahri mengatakan, dalam sistem presidensialisme, presiden dikasi tenaga oleh rakyat.

"Dia disetrum ketika dicoblos oleh rakyat itu ratusan juta, maka dengan setrum itu dia punya kekuatan yang powerfull termasuk untuk menghentikan korupsi," kata Fahri Hamzah

KPK Tak Boleh Jadi Alat Perjuangan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved