Oma Klaim Titik Panas di Kayong Utara Nihil Pasca Hujan

Oma mensyukuri hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kayong Utara baru-baru ini dapat mengurangi titik api maupun asap.

Oma Klaim Titik Panas di Kayong Utara Nihil Pasca Hujan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Kepala BPBD Kayong Utara, Muhammad Oma menunjuk lahan yang terbakar di dekat SMP Negeri 3 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (9/9/2019). 

Oma Klaim Titik Panas di Kayong Utara Nihil Pasca Hujan

KAYONG UTARA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, Muhammad Oma mengklaim titik api selama dua hari belakangan nihil, Rabu (25/9/2019).

"Selama dua hari ini, titik api 0 sampai sore ini," kata Oma kepada Tribun.

Oma mensyukuri hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kayong Utara baru-baru ini dapat mengurangi titik api maupun asap.

Dia pun berharap hujan turun merata di semua wilayah.

Baca: Dua Hektar Lahan di Kecamatan Suhaid Terbakar

Baca: Hujan Mulai Turun, Pengurangan Jumlah Hotspot Cukup Signifikan

Kendati demikian, Oma tidak memungkiri masih ada sisa-sisa asap dari kebakaran lahan gambut.

"Jika lahan gambut terbakar, maka proses padam totalnya tentu perlu beberapa waktu turun hujan," ujar Oma.

Oma lantas mengungkapkan, lahan dan hutan yang mengalami kekeringan cukup lama akibat kemarau berpotensi menimbulkan Karhutla.

Selain itu, menurut Oma, Karhutla juga sangat berpotensi terjadi di lahan gambut maupun area yang banyak ditumbuhi semak belukar.

"Kalau setiap lahan bersih tanpa adanya semak belukar, maka daerah tersebut akan jauh dari Karhutla," ucap Oma. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved