Bullying di Waterfront

VIDEO: KPPAD Kalbar Angkat Bicara Terkait Remaja Perempuan jadi Korban Bullying di Waterfront

kejadian tersebut terjadi, Minggu (22/9/2019) pagi, di kawasan Waterfront di Kecamatan Pontianak Timur.

KPPAD Kalbar Angkat Bicara Terkait Remaja Perempuan jadi Korban Bullying di Waterfront

PONTIANAK - Setelah kasus Audrey, kali ini kasus perundingan anak kembali terjadi lagi di Kota Pontianak.

Korbannya Seorang remaja berusia 16 tahun, yang di aniaya diduga oleh 5 orang.

Kejadian ini sendiri telah beredar luas di dunia Maya, terlihat di Postingan satu di antara banyak akun media sosial korban yang mengenakan baju Kuning bercelana hitan dengan rambut sedikit pirang di tendang, di pukuli serta di Jambak oleh beberapa remaja lainnya.

Baca: VIDEO: Bully di Tepian Sungai Kapuas Pontianak Terungkap Nama-nama Pelaku & Korban! Umur 11-16 Tahun

Baca: Jadi Peserta JKN KIS, Asni: Olahraga dan Hidup Sehat Adalah Kunci Kebahagiaan Saya

Bahkan terlihat remaja yang dipikuli tersebut sampai terjatuh, namun beberapa remaja perempuan tersebut masih terus menjambak dan memukuli sang korban yang terlihat tak melakukan perlawanan.

Dari informasi yang didapat, kejadian tersebut terjadi, Minggu (22/9/2019) pagi, di kawasan Waterfront di Kecamatan Pontianak Timur.

Komisioner KPPAD Kalbar Alik R Rosyad membenarkan terkait kejadian penganiayaan tersebut, dan menyampaikan bahwa pihaknya kini telah melakukan pendampingan terhadap korban maupun pelaku sesuai dengan amanat dari undang - undang.

Alik mengungkapkan bahwa korban berinisial A (16), sedangkan untuk para terduga pelaku yakni berinisial S (11), M (12), H(13) , dan D (15) dan K (11) yang kesemuanya baik korban maupun pelaku merupakan anak dibawah umur.

Dijelaskan nya, Korban A saat ini telah melaporkan Terkait penganiayaan yang di alaminya kepihak Polresta Pontianak terkait hal tersebut.

KPPAD sendiri, sesuai dengan tupoksinya yang berlandaskan undang - undang anak, pada tahap awal akan mendorong kedua belah pihak untuk melakukan mediasi, bila mediasi tidak menemui hasil maka akan di lanjutkan dengan proses Diversi, bilama mana proses Diversi tidak pula membuahkan hasil maka tahap selanjutnya barulah persidangan anak.

Baca: Darmanelly: Kasus Bully di Pontianak Timur Sudah Ditangani Pihak Kepolisian

"Apa yang terjadi hari ini, yang perlu dan Ingin kita sampaikan adalah Kami mendorong untuk di lakukan upaya mediasi karena baik korban dan terduga pelaku merupakan anak - anak, kita harapkan dengan mediasi tidak ada proses hukum selanjutnya," jelasnya.

"Tetapi bila upaya mediasi ini gagal tentunya ada upaya lainnya yaitu Diversi Artinya bila itu sudah tidak bisa di lakukan lagi upaya mediasi, nah mediasi ini dilakukan sebelum proses ini dilakukan penyidikan. Jika sudah sampai proses penyidikan tentu, upaya diversi yang akan didorong karena itu yang menjadi amanat dari Undang Undang Nomor 11 tahun 2012 yaitu tentang sistem peradilan anak, tetapi mengenai hasil itu tentu akan kembali kepada hasil dari kesepakatan baik keluarga korban maupun pelaku, Ketika itu tidak terjadi kesepakatan ya kita tidak terjadi kesepakatan ya kita tidak bisa memaksakan untuk ini harus di selesaikan,"papar Alik A Rosyad..

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved