Selama 2019 Terjadi Peningkatan Signifikan Jumlah Hotspot di Sekadau

Terkait karhutla ini pihaknya mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi karhutla dan kabut asap di Kabupaten Sekadau.

Selama 2019 Terjadi Peningkatan Signifikan Jumlah Hotspot di Sekadau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sejumlah titik panas tersebut tercatat berdasarkan data Lapan Fire Hotspot, Kamis (15/8/2019) pukul 18.00 WIB kemarin 

Selama 2019 Terjadi Peningkatan Signifikan Jumlah Hotspot di Sekadau

SEKADAU- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Matius Jon menuturkan BPBD Kabupaten Sekadau sampai tanggal 19 September 2019 terpantau 421 hotspot.

Diakuinya tahun ini memang mengalami peningkatan untuk jumlah Hotspot di Sekadau.

"Dibanding tahun 2018, 212 hotspot mengalami peningkatan 99.96 persen di tahun ini," ujarnya.

Terkait karhutla ini pihaknya mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi karhutla dan kabut asap di Kabupaten Sekadau.

Baca: BMKG Deteksi 1.061 Hotspot di Ketapang, Ini Jumlah Hotspot di Kabupaten Lainnya

Baca: Tak Hanya Mengecek Titik Hotspot, Polres Sintang Juga Lakukan Penyegelan dan Penyelidikan

"Ada 11 program yaitu menetapkan siaga darurat terkait karhutla, membentuk satgas gabungan karhutla, melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait karhutla, aktifasi posko bpbd (rumah oksigen) 24 jam," tuturnya.

Selain itu pihaknya juga melaksanakan sosialisasi melalui pamflet, media masa dan pengumuman hingga ke tingkat desa, patroli bersama dengan tim gabungan, monitoring hotspot, pemantauuan secara kasat mata akibat karhutla, pelaksanaan koordinasi dengan pihak kompeten dalam pengendalian kebakaran lahan.

Melaksanakan pemdaman kebakaran lahan dengan satgas dan melakukan penyadaran terhadap masyarakat tentang pembakaran lahan.

"Minimnya sarana dan prasarana dilapangan menjadi penghambat kami dilapangan antara lain kendaraan damkar hanya 2 unit, petugas hanya 20 anggota, lokasi yang sulit dijangkau, kurangnya sumber daya air di titik lokasi, masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang pemadaman karhutla," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved