Tim Pembinaan Desa Fokus Kabupaten Landak Gali Potensi Desa Tengon

Dia juga menyambut baik dengan adanya kegiatan ini dengan harapan dapat menjadi motivasi untuk masyarakat Desa Tengon.

Tim Pembinaan Desa Fokus Kabupaten Landak Gali Potensi Desa Tengon
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pembinaan Desa Fokus Kabupaten Landak melaksanakan kegiatannya di Desa Tengon, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Selasa (17/9/2019). 

Citizen Reporter
Tokoh Masyarakat Desa Serimbu
Ya' Habijan.

Tim Pembinaan Desa Fokus Kabupaten Landak Gali Potensi Desa Tengon

LANDAK -Tim Pembinaan Desa Fokus Kabupaten Landak melaksanakan kegiatannya di Desa Tengon, Kecamatan Air Besar, kegiatan ini merupakan tindakan lanjut dari kegiatan sebelumnya pada tahun 2018 yang lalu, Selasa (17/9/2019) lalu.

Hadir dalam acara tersebut Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dispora, Depkominfo, DSPMPD, Bapeda Landak, Kades Tengon, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan sejumlah warga Desa Tengon.

Adapun agenda kegiatan tim Desa fokus antara lain adalah :
1. Evaluasi Kegiatan tahun 2018 di       
     Desa Tengon.
2. Sosialisasi Program Kerja tahun
     2019 di Desa Bentiang.
3. Peresmian PUTIH di Desa Dange 
     Aji.

Kepala Desa Tengon, Rudianto dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini pernah dilakukan dengan bentuk penanaman bawang merah, namun belum bisa dikembangkan, sebab kendalanya adalah belum adanya bibit unggul yang didapat.

Baca: Gali Potensi Desa, Mahasiswa KKN Revolusi Mental Untan 2019 Temukan Potensi Wisata

Baca: Yayasan Palung Tingkatkan Potensi Desa, Berbagai Produk Sudah Dipasarkan

Dia juga menyambut  baik dengan adanya kegiatan ini dengan harapan dapat menjadi motivasi untuk masyarakat Desa Tengon.

PLT  Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Anen, dalam  sambutannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program tahun 2018.

Dia mengatakan bahwa dari Dinas Kesehatan akan melaksanakan beberapa kegiatan seperti pencetakan closed, mengurangi dan mencegah stunting, meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, yang mana sumber penyakit itu dapat berasal dari ketidak tahuan masyarakat tentang bagai mana cara hidup sehat.

Perwakilan dari Dinas Pertanian dan tanaman pangan menyampaikan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam sayuran, sehingga kebutuhan sayur bagi masyarakat dapat terpenuhi. Bidang Perkebunan, Mulyadi memaparkan tentang peningkatan perkebunan.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved