Pemprov Kalbar dapat Alokasi Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

Bantuan Bos Afirmasi dan kinerja ini diberikan kemendikbud di luar dari dana BOS reguler yang selama ini diterima

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadisdik Kalbar , Suprianus Herman saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/7/2019) 

Pemprov Kalbar dapat Alokasi Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja

PONTIANAK -Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Suprianus Herman mengatakan, tahun ini pemerintah provinsi Kalbar mendapatkan bantuan dana Bantuan Operiasonal Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS kinerja.

Dijelaskannya, Sebanyak 135 sekolah Jenjang SMA/SMK/SLB yang di 14 Kabupaten kota di Provinsi Kalbar menerima BOS Afirmasi dan Kinerja.

"Bantuan Bos Afirmasi dan kinerja ini diberikan kemendikbud di luar dari dana BOS reguler yang selama ini diterima," ujar Suprianus Herman saat ditemui di Kantor Gubernur, Kamis (19/9/2019).

Ia menjelaskan untuk pemberian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja ini diberikan Kemendikbud kepada daerah yang dinilai mampu menyampaikan laporan dengan baik dan lancar, serta penyaluran BOS reguler yang tepat sasaran.

Bos Afirmasi adalah program Pemerintah Pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah tertinggal, sangat tertinggal di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Baca: VIDEO: Kabut Asap Masih Menyelimuti Sanggau

"Dana ini sebagai tambahan bagi pembiayaan pendidikan selain dari BOS Reguler yang sudah berjalan sejak tahun 2005 karena jika dilihat selama ini BOS Reguler tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama satu tahun," jelas Suprianus Herman.

Sementara Bos Kinerja adalah program Pemerintah Pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan, sekaligus sebagai stimulus bagi sekolah lainnya untuk mendorong mutu layanan pendidikan.

"BOS Kinerja diberikan ke sekolah yang memang performance nya lebih baik selama dua tahun terakhir, indikator dasar yang digunakan sementara ini adalah rapor mutu sekolah yaitu bisa dilihat adanya kenaikan rata-rata nilai UN selama 2 tahun dan indeks kinerja daerah," tambahnya.

Biaya satuan Bos Afirmasi yang diberikan Pemerintah sejumlah Rp24.000.000 per sekolah ditambah Rp2.000.000 per siswa kelas 6, 7, dan 10.

Sedangkan biaya satuan untuk BOS Kinerja sejumlah Rp19.000.000/sekolah ditambah Rp2.000.000/ siswa.

"Kedua dana ini juga direncanakan untuk dibelanjakan berupa tablet dan peralatan TIK sebagai aset sekolah, untuk menunjang akses Rumah Belajar. Dana BOS Afirmasi tidak dapat dipukul rata karena indeks kemahalan tiap daerah berbeda-beda dan tidak semua sekolah mendapatkan BOS Kinerja karena betul-betul dipilih sesuai dengan kriteria SUDIN yang telah ditentukan," jelasnya.

Persyaratan sekolah yang mendapatkan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yaitu Sekolah Negeri yang menerima BOS Reguler, mengisi Dapodik tiga semester terakhir, jumlah siswa benar, mempunyai sumber listrik dan internet dan sesuai dengan kriteria sekolah yang sudah di tentukan.

"Dengan adanya bantuan dua BOS tambahan ini, tentu sangat baik sekali karena kita bisa memaksimalkan percepatan pemerataan pendidikan di daerag, terlebih program BOS Afirmasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T," kata Suprianus.

Sejauh ini, untuk satuan pendidikan yang menerima BOS Afirmasi dan Kinerja jenjang SMA/SMK Dan SLB Negeri tahun 2019 provinsi Kalbar berjumlah 135 sekolah yang terbagi 102 sekolah BOS Afirmasi, 33 BOS Kinerja yang tersebar di 14 Kabupaten Provinsi.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved