Nursyam Ibrahim: Desa Parit Keladi Harus Segera Membentuk BPD dan PPKD

Secepatnya, mereka harus menyelesaikan semua administrasi. Jika terlambat, maka tidak akan bisa mengikuti pemilihan kepala desa

Nursyam Ibrahim: Desa Parit Keladi Harus Segera Membentuk BPD dan PPKD
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SEPTI DWISABRINA
Pemkab Kubu Raya, beserta Organisasi Perangkat Daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta Masyarakat Kubu Raya seusai kegiatan peresmian Desa Parit Keladi, Sungai Kakap, Kubu Raya, Kamis (19/9/2019).   

Nursyam Ibrahim: Desa Parit Keladi Harus Segera Membentuk BPD dan PPKD

KUBU RAYA - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kubu Raya, Nursyam Ibrahim mengungkapkan Desa Parit Keladi adalah membentuk anggota Permusyawaratan Desa (BPD) .

"Jika anggota sudah terbentuk dari perwakilan dusun. Kemudian bupati akan menerbitkan surat keputusan, sehingga desa dapat melanjutkan untuk persiapan musyawarah desa nantinya," ujar Nursyam Ibrahim, Kamis (19/9/2019).

Langkah selanjutnya, Desa Parit Keladi yakni menentukan tim Pelaksana Pengelola Keuangan Desa (PPKD). Mengingat BPD dan PPKD adalah syarat utama untuk mengikuti pemilihan kepala desa serentak November mendatang.

Baca: Resmikan Desa Parit Keladi, Muda Mahendrawan Berharap Masyarakat dapat Kembangkan Potensi Pertanian

Baca: Polusi Asap Makin Pekat, Dewan Sanggau Harap Instansi Siapkan Oksigen Gratis

"Secepatnya, mereka harus menyelesaikan semua administrasi. Jika terlambat, maka tidak akan bisa mengikuti pemilihan kepala desa," tambah Nursyam Ibrahim.

Sementara itu, Penanggungjawab Kepala Desa Parit Keladi, Khairul Anwar mengatakan pihak desa terus berupaya mempercepat pembentukan BPD serta PPKD di Parit Keladi.

"Target kami tahun ini kami harus ikut Pilkades, sehingga sejak saat ini kami telah mempersiapkan syarat-syarat yang harus di penuhi," ujarnya.

"Idealnya adalah dua tahun menjabat penanggungjawab di sini," lanjutnya.

Lebih lanjutnya, Khairul menerangkan, jika calon untuk mengisi bidang BPD telah dipersiapkan. Bahkan, proses secara administratif pun telah dijalankan.

"Kami hanya tinggal menunggu surat keputusan dari Bupati Kubu Raya. Jika sudah terbit, maka kami bisa bergerak cepat," pungkas Nursyam Ibrahim.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved