Kabut Asap Mengancam, Sudah 681 Orang Menderita ISPA di Kabupaten Mempawah

Akibatnya berdampak langsung pada status kesehatan masyarakat, dimana sudah lebih dari 600 orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Kabut Asap Mengancam, Sudah 681 Orang Menderita ISPA di Kabupaten Mempawah
TRIBUNPONTIANAK/Ya' M Nurul Anshory
Selama kabut asap, Dinkes PPKB Kabupaten Mempawah rutin melakukan pencegahan ISPA dengan membagikan masker kepada pengguna jalan. 

Kabut Asap Mengancam, Sudah 681 Orang Menderita ISPA di Kabupaten Mempawah

MEMPAWAH -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Mempawah menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti nyaris seluruh wilayah di Mempawah.

Akibatnya berdampak langsung pada status kesehatan masyarakat, dimana sudah lebih dari 600 orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Selama kabut asap tebal menyelimuti sekitar Kabupaten Mempawah, sudah banyak masyarakat yang "tumbang" akibat kabut asap ini.

Berdasarkan data yang diterima dari PLT Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Mempawah, Jamiril mengatakan kasus ISPA meningkatkan lebih dari 100 persen, Jumat (20/9/2019).

Baca: Tinjau Lokasi Karhutla, Danrem 121/ABW Menduga Kebakaran Akibat Faktor Kesengajaan

Baca: Waspada Terserang ISPA, Kondisi Udara di Mempawah Sudah Masuk Kategori Berbahaya

Lebih dari 800 hektar lahan terbakar selama kurang lebih tiga bulan di Kabupaten Mempawah, terhitung sejak bulan Juli sampai pertengahan September 2019 ini.

Dampaknya sudah pasti kabut asap tebal menyelimuti sekitar Mempawah sehingga angka kejadian ISPA melonjak drastis.

"Mulai dari Minggu ke 9 bulan Juli, itu sudah terjadi peningkatan, sampailah Minggu ke 37 bulan September ini, itu sudah naik menjadi 681 kasus ISPA, artinya ada peningkatan lebih dari 100 persen," ujar Jamiril.

Dinkes PPKB sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah dan menanggulangi ISPA, namun karena kondisi alam yang tidak mendukung akibatnya banyak korban yang jatuh sakit.

"Dalam penanganannya, kita di Dinkes PPKB, melalui Puskesmas sudah siaga 24 jam, masker juga sudah di distribusikan kepada masyarakat, baik itu melalui Puskesmas, sekolah maupun para relawan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved