Tingkatkan Akses Air Minum, 6 KPBU SPAM Sudah Konstruksi, 10 Lainnya dalam Tahap Persiapan

Target 100% akses air minum sesuai dengan RPJMN 2015-2019 dan Sustainable Development Goals (SDGs) yakni tahun 2030.

Tingkatkan Akses Air Minum, 6 KPBU SPAM Sudah Konstruksi, 10 Lainnya dalam Tahap Persiapan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
SPAM Jatisari Kota Bekasi 

Tingkatkan Akses Air Minum, 6 KPBU SPAM Sudah Konstruksi, 10 Lainnya dalam Tahap Persiapan

JAKARTA - Pemerintah terus meningkatkan akses air minum aman seluruh masyarakat Indonesia. Hingga akhir tahun 2018, cakupan layanan air minum di Indonesia baru mencapai sebesar 73% dan ditargetkan meningkat tahun 2019 menjadi 75%.

Target 100% akses air minum sesuai dengan RPJMN 2015-2019 dan Sustainable Development Goals (SDGs) yakni tahun 2030.

Pemenuhan akses aman air minum sesuai dengan otonomi daerah menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

Pemerintah Pusat dan badan usaha memberikan dukungan bagi akselerasi program penyediaan air minum di daerah.

Baca: Mengurus Izin Usaha Depot Air Minum Secara Online, Berikut Langkahnya

Baca: Puluhan Murid SD Keracunan Air Minum yang Dicampur Lem Akibat Ulah Usil Temannya

Baca: PDAM Pontianak Berencana Produksi Air Minum Kemasan

Dalam rilis resmi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR di sampaikan pendanaan yang dibutuhkan untuk mencapai 100% akses aman air minum diperlukan biaya yang sangat besar, yaitu sekitar Rp 253,8 triliun dengan komposisi 20% dari APBN dan 80% non-APBN.

Melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menjadi salah satu inovasi pembiayaan pembangunan SPAM.

“Untuk periode 2020-2024, ditargetkan pembiayaan 10 Juta Sambungan Rumah, dengan tambahan kapasitas sebesar 85.000 liter/detik. Kementerian PUPR mendukung melalui Program Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Baru sebesar 45.250 liter/detik, Program Optimalisasi SPAM Eksisting sebesar 21.350 liter/detik, dan Program Penurunan Kebocoran sebesar 18.400 liter/detik,” kata Menteri Basuki dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Danis H. Sumadilaga pada acara Indonesia Water & Wastewater Expo & Forum (IWWEF) ke-8 di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dikatakan Menteri Basuki, diperkirakan kebutuhan pembiayaan Program 10 Juta Sambungan Rumah sebesar Rp 92,3 Triliun.

Dengan skema KPBU, diharapkan penambahan layanan air minum bisa terlaksana lebih cepat dan masyarakat tetap membayar biaya pengolahan air menjadi air layak minum dengan tarif terjangkau terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga usai pembukaan acara tersebut mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kemudahan bagi badan usaha untuk dapat terlibat dalam pengembangan SPAM.

Halaman
123
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved