Pemkab Kayong Utara Rencanakan Ubah Tiga Desa Jadi Kelurahan

Chandra beralasan, Pemerintah Kabupaten mendorong percepatan perubahan status tersebut lantaran ada tindak lanjut tata ruang.

Pemkab Kayong Utara Rencanakan Ubah Tiga Desa Jadi Kelurahan
TRIBUNPONTIANAK/Adelbertus Cahyono
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kayong Utara, Andri Chandra 

Pemkab Kayong Utara Rencanakan Ubah Tiga Desa Jadi Kelurahan

KAYONG UTARA - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara merencanakan perubahan status tiga desa di Kecamatan Sukadana menjadi kelurahan.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kayong Utara, Andri Chandra mengungkapkan, tiga desa tersebut yakni Sutera, Pangkalan Buton, dan Gunung Sembilan.

Chandra menargetkan tahap perubahan status tersebut dimulai pada 2020.

Chandra beralasan, Pemerintah Kabupaten mendorong percepatan perubahan status tersebut lantaran ada tindak lanjut tata ruang.

Baca: Pemkab Sanggau Fokus Implementasi Program Desa Tahun 2019 di Desa Mawang Muda

Baca: Kemarau Panjang, Polres Ketapang Bagikan Air Bersih di Dua Desa

"Tindak lanjut dari tata ruang itu memang mewajibkan kita khusus di ibu kota kabupaten ini memang harus ada kelurahan," kata Chandra di Sukadana, Selasa (16/9/2019).

Chandra mengungkapkan, sampai saat ini Kabupaten Kayong Utara memang belum mempunyai satu pun kelurahan dari total 43 desa di enam kecamatan.

Akan tetapi, kata Chandra, saat ini mereka masih akan melakukan proses perencanaan awal. Satu diantaranya harus ada kesepakatan terlebih dahulu di internal Pemerintah Kabupaten.

Selain itu, menurut Chandra, mereka juga akan mengambil sejumlah langkah dan tentunya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi.

"Kemudian langkah selanjutnya, kita kalau udah clear kita akan bentuk tim. Nanti kan di tim ini lah akan melakukan kajian-kajian, uji kelayakan, dan segala macam itu," ujar Chandra.

Chandra lantas mengungkapkan, untuk Desa Sutera sebelumnya sudah pernah ada usulan dari masyarakat untuk diubah statusnya menjadi kelurahan.

Sementara, untuk Desa Pangkalan Buton dan Gunung Sembilan, mereka masih akan melakukan penjajakan lantaran belum ada prakarsa dari masyarakat. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved