LP2M IAIN Pontianak Dapatkan 149 Hak Cipta, Mulai Dari Buku, Film Kartun Hingga Musik

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak telah berhasil mengajukan 149 Hak Cipta berupa buku...

LP2M IAIN Pontianak Dapatkan 149 Hak Cipta, Mulai Dari Buku, Film Kartun Hingga Musik
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kampus IAIN Pontianak 

LP2M IAIN Pontianak Dapatkan 149 Hak Cipta, Mulai Dari Buku, Film Kartun Hingga Musik

PONTIANAK - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak telah berhasil mengajukan 149 Hak Cipta berupa buku, laporan penelitian, karya tulis ilmiah, film, karya tulis ilmiah (disertasi), film kartun, film dokumenter, lagu (musik dengan teks), dan alat peraga karya Dosen IAIN Pontianak serta dosen di perguruan tinggi lainnya yang ada di Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Kassubag Tata Usaha LP2M IAIN Pontianak, Mulyadi, di Ruang TU LP2M IAIN Pontianak, Selasa (17/9) .

Hak Cipta merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki ruang lingkup objek dilindungi paling luas, karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra (art and literary).

Baca: Program Studi Agama IAIN Pontianak Gelar Studium General

Istilah lain yang sering digunakan untuk menyebut Hak Cipta, seperti Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), Hak Milik Intelektual (HMI) atau harta intelek (di Malaysia).

Semua istilah dimaksud merujuk pada padanan kata dari bahasa Inggris Intellectual Property Right. Kata “intellectual” menjelaskan bahwa obyek kekayaan intelektual tersebut adalah kecerdasan, daya pikir, atau produk pemikiran manusia (the creations of the human mind).

“Jadi, Hak Cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi, disebut Pencipta (Pemegang Hak Cipta),” ungkapnya.

Baca: Mahasiswi IAIN Pontianak Vianisya Nurfiqa Dinobatkan Sebagai Dare Pontianak 2019

Ia pun menambahkan, ciptaan tersebut merupakan hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata.

Sepanjang tahun 2017 hingga 2019, IAIN Pontianak telah mengajukan 149 Hak Cipta.

Pelayanan Hak Cipta mendapat dukungan penuh Institut dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 159 Tahun 2017, tertanggal 24 Mei 2017.

Berdasarkan SK ini, biaya pelayanan Hak Cipta tidak dibebankan kepada DIPA IAIN Pontianak.

Baca: Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin, Pemkab Sambas Serius Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda

Awalnya, pelayanan ini merupakan Proyek Perubahan pada Diklat Kepemimpinan IV Angkatan XXX yang diikuti salah seorang Pegawai IAIN Pontianak.

"Namun, alhamdulillah sampai sekarang Pelayanan Pendaftaran Hak Cipta di IAIN Pontianak masih tetap berjalan ," ujarnya.

Sebanyak 149 Sertifikat Hak Cipta telah diperoleh. Dengan rincian, sejumlah 124 sertifikat dimiliki internal IAIN Pontianak.

Sedangkan, 25 sertifikat lainnya merupakan milik pengguna layanan ini yang berasal dari perguruan tinggi seperti: Universitas Tanjungpura Pontianak, Politeknik Negeri Pontianak, dan IKIP PGRI Pontianak.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved