Kabupaten Sintang Dalam Status Tanggap Darurat Kabut Asap Karhutla

Adapun langkah selanjutnya yang dilakukan dengan membentuk Satgas Penanganan Bencana Darurat Kabut Asap Kabupaten Sintang tahun 2019,

Kabupaten Sintang Dalam Status Tanggap Darurat Kabut Asap Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA WULANDARI
Bupati Sintang Jarot Winarno saat konferensi pers terkait status tanggap darurat kabut asap di Kabupaten Sintang, Kamis (19/9/2019). 

Kabupaten Sintang Dalam Status Tanggap Darurat Kabut Asap Karhutla

SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang melaksanakan rapat koordinasi Karhutla dengan stakeholder terkait, Kamis (19/9/2019) pagi.

Adapun hasil dari rapat koordinasi Karhutla tersebut menetapkan Kabupaten Sintang dalam status tanggap darurat Karhutla selama 15 hari kedepan, dimulai sejak 19 September 2019 sampai 3 Oktober 2019.

Baca: VIDEO: Bupati Nasir Pimpin Apel Siaga Kabut Asap di Kapuas Hulu

Baca: VIDEO: Tentang Kabut Asap, Ini Penjelasan Bupati AM Nasir

Dengan dasar penetapan sebagai berikut:
1. Hasil ISPU menunjukkan kategori sangat tidak sehat mulai dari 7 September 2019 sampai dengan 18 September 2019..
2. Jumlah spot api masih cukup banyak dan berkelanjutan
3. Jumlah keluhan kesehatan akibat asap meningkat
4. Meningkatkan efektifitas pencegahan dan meminimalisir dampak bencana asap Karhutla.

Adapun langkah selanjutnya yang dilakukan dengan membentuk Satgas Penanganan Bencana Darurat Kabut Asap Kabupaten Sintang tahun 2019, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan melibatkan OPD dan Instansi Vertikal terkait.

Dalam konferensi pers usai melaksanakan rapat koordinasi Karhutla, Bupati Sintang Jarot Winarno dan stakeholder terkait. Jarot Winarno menyampaikan bahwa semua proses penanganan Karhutla telah dilaksanakan semaksimal mungkin.

"Sebenarnya kami ini sudah bekerja siang malam dengan sumber daya yang kami punya. Sampai tiba saatnya kita menghadapi medan yang agak-agak sulit itu berada di perbatasan di Serawai antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Yang jika ditempuh dengan jalur darat tidak bisa, jalur Speedboat airnya kering. Sehingga kita merasa kita memerlukan energi baru, suport baru  sehingga kita naikkan jadi status tanggap darurat. Sehingga kita berkesempatan untuk menggunakan seluruh sumber daya yang kita miliki termasuk pendanaan dan logistik," ujar Bupati Sintang Jarot Winarno.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved