Remikan Gedung Baru, Bupati Minta Disdukcapil Lebih Semangat

Ia pun berjanji, akan terus memantau kinerja dari Capil agar bisa terus memberikan pelayanan yang cepat.

Remikan Gedung Baru, Bupati Minta Disdukcapil Lebih Semangat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Wawan Gunawan
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili saat memotong pita tanda diresmikannya operasi kantor baru Disdukcapil Kabupaten Sambas, Selasa (17/9/2019). 

Remikan Gedung Baru, Bupati Minta Disdukcapil Lebih Semangat

SAMBAS- Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili siang tadi meresmikan Kantor Baru Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas.

Pada kesempatan itu, Bupati Atbah secara simbolis memotong pita di pintu utama gedung baru Capil.

Dengan adanya peningkatan kapasitas dan fasilitas dari pada gedung Disdukcapil. Maka kata Atbah harus menjadi
penyemangat kerja untuk memberikan pencerahan pelayanan kepada masyarakat.

"Gedung baru ini harus menambah semangat kerja, agar lebih bersemangat dan pelayanan terhadap masyarakat mesti semakin baik," ujarnya, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan, gedung Capil yang baru itu sudah sangat representatif dan besar t

Baca: Dinas Perikanan Salurkan Bantuan Kepada Nelayan, Ini Bentuknya

Baca: Karhutla Timbulkan Kerugian Besar, Pengamat Ekonomi Minta Pemerintah Hukum Perusahaan

"Lalu dokumen kedukcapilan semakin baik rapi dan bisa dipertanggung jawabkan, lalu menghadirkan pelayanan free atau gratis, karena menghadirkan dokumen resmi adalah tugas kita," tegasnya.

Atbah juga meminta agar efektifitas pelayanan semakin ditingkatkan. Sehingga bisa memotong rentang birokrasi yang bertele-tele.

Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada Capil agar bisa menjemput bola.

"Potong birokrasi yang lambat, pro aktif untuk mengatasi apa kekurangan masyarakat. Dan lebih baik kita jemput bola karena e-KTP di Sambas baru 97 persen ini belum lagi dokumen lainnya," tuturnya.

Ia pun berjanji, akan terus memantau kinerja dari Capil agar bisa terus memberikan pelayanan yang cepat. Salah satunya adalah mengenai pembuatan kartu anak.

"Kemudian saya akan selalu pantau kualitas pelayanan ini supaya target tercapai baik,  KTP, KK dan kartu Anak supaya tercapai 100 persen, dan kita juga akan meningkatkan edukasi kepada aparat desa yang menangani awal proses kartu kependudukan, dan tidak boleh ada pungli atau pungutan-pungutan," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved