Citizen Reporter

Peduli Kabut Asap, Sejumlah Lembaga Bagikan 10 Ribu Masker di Bengkayang

Dalam bakti sosial ini pun diperkirakan melibatkan sebanyak 500 relawan yang tentu dari berbagai unsur.

Peduli Kabut Asap, Sejumlah Lembaga Bagikan 10 Ribu Masker di Bengkayang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
jumlah instansi pemerintah hingga organisasi yang peduli terhadap bencana kabut asap mengelar bakti sosial gerakan 10 ribu masker, Rabu (18/9/2019). 

Citizen Reporter
Korlap Pembagian 10 ribu masker, Karlan Suryadi

BENGKAYANG - Sejumlah instansi pemerintah hingga organisasi yang peduli terhadap bencana kabut asap mengelar bakti sosial gerakan 10 ribu masker, Rabu (18/9/2019).

Gerakan 10 ribu masker merupakan gerakan sosial yang digagas oleh Penembuh Rimba Bumi Sebalo (Perimbas) sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi kesehatan lingkungan saat ini.

Adapun pembagian masker ini dibagi empat titik yakni Polsek Bengkayang, Depan Polantas, Simpang Empat Jembatan Arah Pontianak, hingga Depan Gereja Katolik Bengkayang.

Dalam bakti sosial ini pun diperkirakan melibatkan sebanyak 500 relawan yang tentu dari berbagai unsur.

"Bencana kabut asap yang terjadi tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia namun juga mengancam kelestarian alam, maka dari ikut kami dari seluruh kalangan instansi dan ormas melakukan gerakan peduli terhadap sesama," kata Karlan Suryadi, Korlap Pembagian 10 ribu masker.

Baca: Polres Sambas Pimpin Kegiatan Patroli Satgas Gabungan Karhutla

Baca: Tangani Karhutla di Kalbar Habiskan Rp 1.6 Miliar

Diungkapkannya, masker yang dibagikan merupakan sumbangan suka rela dari organisasi dan relawan yang peduli bencana.

Gerakan ini pun, lanjut dia, mendapat dukungan berbagai pihak instansi pemerintahan seperti Kejaksaan Negeri Bengkayang, BPBD Bengkayang, Polsek Bengkayang, Kompi 645 Bengkayang serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

Organisasi kemasyarakatan tersebut seperti PMI, Persatuan Pemuda Dayak Bengkayang, Forum Aman Bumi Sebalo, PIK Remaja Smansa, Forum Genre, Bengkayang Kota Aman, Orswapala, Komunitas Penjelajah Alam Bengkayang, hingga Drum band Smansa.

"Kami dari Persatuan Pemuda Dayak Bengkayang mengapresiasi bakti sosial ini dan sudah menjadi tanggung jawab bersama bahwa hutan, bumi dan isinya harus kita jaga dengan baik," kata Albert Pandur Sae Pudaba, Ketua III PPDKB.

Ia pun berharap agar kedepan bencana kabut asap tidak terjadi terulang melanda tanah borneo ini. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved