IHSG Berpotensi Melemah Rabu (18/9), Ini Sebabnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,26 poin atau naik 0,28% ke level 6.236,7 pada perdagangan Selasa (17/9)

IHSG Berpotensi Melemah Rabu (18/9), Ini Sebabnya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ilustrasi 

IHSG Berpotensi Melemah Rabu (18/9), Ini Sebabnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,26 poin atau naik 0,28% ke level 6.236,7 pada perdagangan Selasa (17/9). Sektor industri perkebunan, infrastruktur, dan konsumsi menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Sementara, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 585 miliar.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, salah satu faktor penguatan kemarin bermula dari pernyataan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.

Ia mengatakan Presiden AS Donald Trump harus melakukan sesuatu untuk menantang praktik perdagangan China.

Baca: Pemilik Saham Liverpool Ketemu Kylian Mbappe, Ada Pembicaraan Transfer Menuju The Reds?

Pelosi meyakini jalan yang dipilih Trump ada yang benar, tetapi cara yang dilakukannya salah. Menurut Pelosi, apa yang dilakukan Trump tidak seharusnya dapat berdampak juga pada masyarakat AS, khususnya konsumen dan pebisnis di sana.

Pernyataan Pelosi ini merujuk komentar Trump terakhir yang mengatakan mungkin ada kesepakatan bersama dengan China dalam waktu dekat atau mungkin bisa sebelum pemilu AS pada November 2020, atau bahkan sehari setelah pemilihan usai. 

Kekhawatiran Pelosi juga didukung oleh survei terbaru bulan September yang dilakukan oleh Merril Lynch Bank of America yang memperkirakan sekitar 38% fund manager asset management mengatakan akan terjadi resesi pada tahun depan. Angka tersebut naik dari sebelumnya di bulan Agustus yang sebesar 34%.

Baca: Jadwal China Open 2019 Badminton Rabu 18/9 Hari Ini Siaran Langsung TVRI Mulai Jam 08.45 WIB

Persentase 38% merupakan angka tertinggi sejak Oktober 2011. Namun, para Fund Manager itu juga melihat bahwa ada tiga hal yang mendorong potensi bullish untuk aset yang berisiko, yaitu adanya stimulus fiskal dari Jerman, pemotongan tingkat suku bunga 50 bps dari The Fed, dan belanja infrastruktur dari China. 

Nico menilai tiga hal itu tidak hanya memperkuat pasar global dan IHSG kemarin tapi juga menjadi booster selama enam bulan ke depan guna menjaga minat para pelaku pasar dan investor untuk tetap berinvestasi di aset berisiko. Sementara, risiko yang dikhawatirkan pelaku pasar adalah 40% dari perang dagang yang masih berlangsung. Selain itu, ada impotensi kebijakan moneter dan bubble di pasar obligasi.

Baca: Marak Reksadana Investor Tunggal, OJK Lakukan Pengawasan, Dana Kelolaan Capai Rp 190-an Triliun

Oleh karenanya, meski saham IHSG kemarin mengalami penguatan, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi secara teknikal IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas. Saham IHSG dapat diperdagangkan pada level 6.200-6.260.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul IHSG masih berpotensi melemah pada Rabu (18/9), ini sebabnya https://investasi.kontan.co.id/news/permintaan-terhadap-sukuk-membludak-simak-penjelasannya

Editor: Maskartini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved