Kontribusi PT WHW ke Penerimaan Negara Capai Rp 367 Miliar, Targetkan Produksi 1 Juta Ton Pertahun

Head of Corporate Communication PT WHW, Suhandi Basri mengatakan PT WHW yang menghasilkan kadar SGA ≥ 98,6 %

Kontribusi PT WHW ke Penerimaan Negara Capai Rp 367 Miliar, Targetkan Produksi 1 Juta Ton Pertahun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PT WHW sebagai smelter pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri dengan kadar SGA ? 98,6 % terus mempertahankan produksi dengan target kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Aktivitas penjualan produk alumina ke pasar domestik dan manca negara ini telah berhasil berkontribusi ke penerimaan negara sebesar Rp 367 miliar pada tahun 2018 hingga tahun 2019. 

Kontribusi PT WHW ke Penerimaan Negara Capai Rp 367 Miliar di 2018 - 2019, Targetkan Produksi 1 Juta Ton Pertahun

KETAPANG – PT Well Harvest Winning (WHW) sebagai perusahaan pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dalam pengolahan dan pemurnian (refinery) bauksit menjadi Smelter Grade Alumina (SGA) telah berhasil berkontribusi ke penerimaan negara sebesar Rp 367 miliar pada tahun 2018 hingga tahun 2019.

SGA merupakan bahan baku utama pembuatan aluminium.

Pencapaian tersebut diperoleh dari penyetoran Pph (Pajak Penghasilan) dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) selama tahun 2018 sebanyak Rp 291 miliar dan tahun 2019 hingga Agustus mencapai Rp 76 miliar yang berasal dari aktivitas penjualan produk alumina ke pasar domestik dan manca negara dengan rata-rata produksi kapasitas 90 ribu ton per bulan.

Menurut Head of Corporate Communication PT WHW, Suhandi Basri mengatakan PT WHW yang menghasilkan kadar SGA ≥ 98,6 % terus mempertahankan produksi dengan target kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. 

Baca: PT WHW-AR Sebut Belum Terima Putusan MA Soal PK Ditolak

Baca: PT WHW Berpartisipasi dalam Aksi Gerakan Bersih Laut dan Pantai Bersama KUPP III Kendawangan

Keberadaan PT WHW menjadi strategis untuk mendukung dan menjadi wujud nyata konsep hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih bagi setiap mineral.

"Selain itu, kepastian pengolahan dan pemurnian dalam negeri, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan negara juga akan terjaga," jelas Suhandi kepada Tribun, Selasa (17/09/2019).

Menurutnya, dampak hilirisasi Minerba memang tidak hanya mendatangkan pemasukan bagi negara, namun juga memberikan kepastian dan dampak nyata dalam mensejahterakan dan memberdayakan putra dan putri Kalimantan Barat.

Baca: Kuasa Hukum Minta PT WHW AR Serahkan Hak Raden Masdi

Baca: Rayakan Idul Adha, PT WHW AR Sebar Hewan Kurban Untuk Warga Kendawangan

PT WHW yang membangun smelter di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Agustus 2019 memberdayakan putra dan putri Kalimantan Barat lebih dari 2.200 orang dari total karyawan 2.286 orang.

"Dengan jumlah tersebut, maka penyerapan tenaga kerja lokal Kalimantan Barat jumlahnya lebih dari 95 % dari total karyawan yang ada di WHW," tandasnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved