Jumlah Penderita ISPA di Sintang Terus Meningkat, Hingga September 2019 Capai 19945 Orang

Eko Sudiarto menjelaskan jumlah penderita ISPA di Kabupaten Sintang berada pada puncaknya diminggu ke 12 tepat dibulan Maret.

Jumlah Penderita ISPA di Sintang Terus Meningkat, Hingga September 2019 Capai 19945 Orang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA WULANDARI
Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Eko Sudiarto saat ditemui di ruangannya, Selasa (17/9/2019) 

Jumlah Penderita ISPA di Sintang Terus Meningkat, Hingga September 2019 Capai 19945 Orang

SINTANG- Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Eko Sudiarto menjelaskan terkait jumlah kasus ISPA dari awal tahun 2019 mengalami peningkatan yang fluktuatif, Selasa (17/9/2019)

Terhitung dari Minggu pertama 2019 hingga Minggu terakhir yaitu minggu ke 37 pada bulan September, total kasus ISPA yang dilaporkan berjumlah 19945 kasus.

"Kasus yang dilaporkan artinya yang dilaporkan dari fasilitas kesehatan pertama, yaitu fasilitas kesehatan pemerintah, atau Puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang. Tapi dari yang swasta kan tidak pernah melaporkan, dan dari masyarakat sendiri juga tidak ada," jelas Eko Sudiarto.

Baca: Keluhan Pedagang, Harga Cabai Pasar Kemuning Melambung Tinggi

Baca: Berikut Data Penderita ISPA dari Tiap Kabupaten Kota di Kalbar

Jumlah kasus ISPA ini sendiri berasal dari 20 Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Sintang. Sedangkan untuk kasus terbanyak terdapat di Puskesmas Merake atau wilayah kecamatan Ketungau Tengah dengan 2905 kasus, disusul Puskesmas Nanga Mau di kecamatan Kayan Hilir 1944 kasus dan di susul Puskesmas Sungai Durian kota 1873 kasus.

Tetapi jika dilihat dari resiko maka untuk posisi pertama terdapat di Puskesmas Nanga Lebang dengan 137,40/1000 orang dilanjutkan Puskesmas Mensiku di nomor dua, Merake pada urutan ketiga jika dilihat dari indeks masalah atau resiko.

Eko Sudiarto menjelaskan jumlah penderita ISPA di Kabupaten Sintang berada pada puncaknya diminggu ke 12 tepat dibulan Maret.

Kemudian mengalami penurunan hingga diminggu ke 23. Dan di bulan Juni mulai mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari mulai terjadinya kebakaran hutan dan lahan hingga diminggu ke 37 di bulan September.

Tidak lupa Eko juga mengingatkan kepada masyarakat, agar selalu menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah. Sebagai satu diantara upaya mencegah ISPA. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved