Citizen Reporter

Bupati Paolus Hadi: Beraump Bekudongk Jadi Tradisi Pemkab Sanggau dalam Sepakati Program Strategis

Pada kesempatan yang sama Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengucapkan selamat bertemu kembali pada acara beraump bekudong'k.

Bupati Paolus Hadi: Beraump Bekudongk Jadi Tradisi Pemkab Sanggau dalam Sepakati Program Strategis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat memukul gong tanda dibukanya kegiatan Beraump Bekudongk yang dipusatkan di Gedung Balai Betomu Sanggau, Selasa (17/9/2019). 

"Mulai saat ini kita akan harus terkait Open Defication Free (ODF). Yang mana Kabupaten Sanggau menduduki posisi ke-10 dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalbar terkait ODF tersebut. Menyikapi hal tersebut, maka saya rasa perlu kerjasama kita untuk mendeklarasikan kepada masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan,"tegasnya.

Kembali dipertegas oleh Bupati Sanggau, kenapa perlu ODF diperkuat, supaya orang Sanggau sehat. Pada saat Beraump Bekudongk inilah untuk membicarakan terkait masyarakat yang belum memiliki jamban/toilet, sehingga untuk bisa dibantu.

"Yang tidak kalah penting juga terkait asap, apakah orang berladang karena mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan menjadi tradisi setiap tahun dari nenek moyangnya. Maka hari ini kita bicarakan apakah memang dari dulu memang berladang untuk kebutuhan hidupnya. Karena pada saat orang berladang ada yang sengaja mengambil kesempatan dalam musim berladang tersebut, untuk membakar lahannya untuk berbisnis, "ujarnya.

"Sehingga kedepan apabila ada masyarakat kita yang ingin membuka lahan, diharapkan tidak dengan membakar lahan. Akan tetapi bisa dengan menggunakan alat berat. Dan kita semua, hal ini menjadi perhatian kita bersama,"tambahnya.

Bupati menegaskan, jangan sampai para peladang yang sebenarnya di kambing hitamkan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Diimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahannya, karena mengingat bahwa asap di Kabupaten Sanggau semakin tebal. Maka dari itu kita harus sama-sama peduli dan kedepan mari kita memikirkan bagaimana melakukan pertanian yang ramah lingkungan,"pungkasnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved