Bupati Ajak Masyarakat Kapuas Hulu Selalu Jaga Ekosistem Alam

Abang Muhammad Nasir SH mengajak masyarakat kota selalu menjaga ekosistem alam (hutan) yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Bupati Ajak Masyarakat Kapuas Hulu Selalu Jaga Ekosistem Alam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SAHIRUL HAKIM
Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir saat diwancarai oleh sejumlah wartawan. 

Bupati Ajak Masyarakat Kapuas Hulu Selalu Jaga Ekosistem Alam

KAPUAS HULU - Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir SH mengajak masyarakat kota selalu menjaga ekosistem alam (hutan) yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Hutan adalah super market bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Untuk itu ekosistem lingkungan perlu dijaga, tanah, air dan hutan dari upaya-upaya pengerusakan, penebangan, kebakaran hutan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).

Selain itu ingatkan Nasir, masyarakat harus menjaga agar sungai tak tercemar, penggunaan alat tangkap ikan yang bersifat eksploitatif seperti tuba dengan racun kimia, pukat padat jermal warin, pengeboman ikan yang tentunya tidak ramah lingkungan.

"Kita ketahui bersama cara seperti itu tidak memikirkan kelestarian dan keberlanjutan Sumber Daya Alam yang menyediakan sumber makanan," ucapnya.

Baca: Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Wiratno Sebut Kayong Utara Kaya

Baca: Komunitas Relawan Lindungi Hutan Landak Siap Aksi Jaga Alam

Kemudian prilaku membuang sampah sembarangan seperti plastik dan lainnya, yang non-organik yang tidak dapat terurai, dan dapat mencemari lingkungan serta sungai, sehingga menyebabkan tercemarinya ikan-ikan sebagai sumber protein yang penting bagi kesehatan.

"Sampah bio-plastik yang berukuran sangat kecil melayang-layang di sungai menjadi termakan oleh ikan, secara tidak sengaja ikan tercemar oleh plastic, ikan dimakan oleh kita, lalu kita juga sebenarnya makan plastik," ujarnya.

Akibat mengkonsumsi plastik tersebut, menurut Bupati, dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh kita dan generasi dimasa mendatang.

"Bahan makan yang bersumber dari hutan adalah alami yang tidak tercemar dan cenderung organik, tidak terkontaminasi oleh pemakaian bahan pestisida," ungkapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved