TRIBUNWIKI

Wisata Sejarah ke Sintang, Yuk Kunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang

Rumah Betang Ensaid Panjang merupakan rumah panjang asli yang sudah berdiri puluhan tahun lalu. Bahannya pun sepenuhnya terbuat dari kayu

Wisata Sejarah ke Sintang, Yuk Kunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Seorang ibu yang merupakan penenun kain tenun ikat yang tinggal di rumah Betang Ensaid Panjang Kabupaten Sintang

Wisata Sejarah ke Sintang, Yuk Kunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang

SINTANG - Rumah Betang Ensaid Panjang, bagi anda yang bukan merupakan warga asli Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat pasti ada yang beberapa baru mendengar nama ini.

Sama seperti saya, ketika pertama kali mendengarnya saya berpikir apakah ini rumah Betang suku Dayak seperti pada umumnya?

Rumah Betang Ensaid Panjang merupakan rumah panjang asli yang sudah berdiri puluhan tahun lalu. Bahannya pun sepenuhnya terbuat dari kayu.

Baca: Tiga Nama Sudah Terdaftar Pada Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah PDI-P Sintang

Ada 30 pintu yang terdapat di dalam rumah Betang dan ada 28 pintu yang masih dihuni oleh masyarakat setempat.

Seluruh penghuni Rumah Betang Ensaid Panjang menekuni pekerjaan kesenian. Untuk yang wanita semuanya merupakan penenun kain tenun ikat dan pria menganyam menggunakan berbagai bahan yang bersumber dari alam, seperti rotan untuk dijadikan keranjang.

Rumah Betang ini merupakan cagar budaya yang berada di bawah perlindungan UU No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Berada di Desa Ensaid Panjang, Rumah Betang ini memakan waktu sekitar 1 jam jika ditempuh dari arah kota Sintang.

Baca: Jarot Winarno Kembali Mendaftarkan Diri Sebagai Cakada Sintang di Penjaringan PDI Perjuangan

Baca: 16 SMA di Sintang Ramaikan Turnamen Sepak Bola Dandim Cup I 2019

Bagi pengunjung yang ingin langsung membeli kain tenun yang sudah jadi juga bisa. Namun ada aturan, bahwa di sana laki-laki tidak boleh menenun kain.

Setiap harinya rumah Betang Ensaid Panjang ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan. Tertarik untuk mengunjunginya, anda bisa langsung ke sana sekaligus mengunjungi wisata Bukit Kelam, karena posisi Desa ini berada di bawah kaki Bukit Kelam. (Marpina Sindika Wulandari)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved