Setelah Sertifikasi, Layapi Besarkan Usaha Minyak Atsiri

Dulu bahan baku yang ia gunakan sebatas tanaman yang tumbuh di sekitar rumahnya dan dikerjakan sendiri, tentu saja hasilnya tak banyak terbilang.

Setelah Sertifikasi, Layapi Besarkan Usaha Minyak Atsiri
TRIBUNPONTIANAK/Istimewa
Layapi, warga Kampung Keranjang Kota Ambon 

Citizen Reporter
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

Setelah Sertifikasi, Layapi Besarkan Usaha Minyak Atsiri

PONTIANAK- Mungkin awalnya tak pernah terpikirkan oleh Layapi, warga Kampung Keranjang Kota Ambon, usaha penyulingan minyak atsirinya bisa sebesar sekarang.

Dulu bahan baku yang ia gunakan sebatas tanaman yang tumbuh di sekitar rumahnya dan dikerjakan sendiri, tentu saja hasilnya tak banyak terbilang.

Jalan Layapi untuk membesarkan usaha terbuka awal tahun ini, pria berusia lima puluh tahun ini mendapat sertipikat program PTSL dari Kantor Pertanahan Kota Ambon.

Sertifikat yang diterimanya diagunkan untuk mendapat suntikan modal.

Baca: Mgr. Agus Usapi Minyak Krisma ke 250 Umat, Ini Tujuannya

Baca: Wakil Ketua Pengurus Gapki Pusat Tetap Berdayakan Sawit Indonesia Sebagai Minyak Nabati Terbaik

"Karunia besar ini, saya mendapatkan sertipikat, status tanah sekarang jelas dan bisa ambil modal untuk besarkan pembuatan minyak nilam, serai merah, cengkeh dan juga minyak kayu putih," ujar Layapi di rumah sederhananya di bilangan Teluk Ambon.

Pak Yap, begitu biasanya dia dipanggil, gunakan sertifikatnya untuk menambah modal usaha.

Kini ia bisa mempekerjakan empat orang untuk mengumpulkan bahan baku, melakukan proses penyulingan hingga mengemas minyak atsiri produksinya.

Selain itu, ia bersama beberapa warga kampung yang juga menjadi penyuling minyak Atsiri, dirikan Koperta Bunga Tani, untuk mempermudah akses modal dan juga pemasaran.

"Sekarang bisa dapat 300 ribu rupiah sehari, pemasaran pun sudah sampai ke Kalimantan," ungkap Pak Yap.

Marulap Togatorop, Kepala Kantor Pertanahan Kota Ambon yang ditemui di Ambon menyampaikan bahwa Kampung Keranjang tempat tinggal Pak Yap dan juga Kampung Waringin Cap merupakan contoh reforma agraria di Kota Ambon.

"Setelah kami sertipikatkan melalui PTSL, beberapa bulan lalu kami laksanakan Sosialisasi Bantuan Modal Usaha Kegiatan Pemberdayaan Masyatakat Pasca Legalisasi Aset dengan menggandeng BRI, Bank Maluku, PT Angkasa Pura dan juga PT Pertamina, dengan harapan sertipikat yang telah diperoleh masyarakat dapat menjadi modal dan membawa kesejahteraan," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved