PT KAL di Ketapang Kerahkan Tim Damkar Siaga 24 Jam Tangani Karhutla

Sejak terjadi potensi kebakaran, KAL selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan memberikan laporan serta meminta bantuan yang diperlukan.

PT KAL di Ketapang Kerahkan Tim Damkar Siaga 24 Jam Tangani Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pabrik PT Kayung Agro Lestari (KAL), unit usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang beroperasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

KETAPANG - PT Kayung Agro Lestari (KAL), unit usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang beroperasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengerahkan seluruh kemampuannya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin meluas di bulan ini.

Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) yang datang ke lokasi KAL pada Sabtu, 14 September 2019 menyaksikan upaya-upaya yang dilakukan oleh tim KAL dalam menangani karhutla, termasuk meninjau seluruh sarana dan prasarananya.

KAL mengapresiasi profesionalisme Tim Gakum KLHK dalam melakukan pemeriksaan dan verifikasi kesiapan KAL dalam menghadapi Karhutla. 

Baca: ICMI Sambas Nilai Karhutla Sebagi Kejadian Luar Biasa, Misni Safari Pertanyakan Upaya Pemda

Baca: Kejati Kalbar Terima 4 SPDP Per‎kara Karhutla yang Melibatkan Perusahaan

Selain memiliki sarana dan prasarana yang cukup untuk menangani Karhutla, KAL juga memiliki Standard Operating Procedures terkait dengan tanggap darurat pencegahan dan pengendalian Karhutla.

"Tim penanggulangan karhutla KAL adalah tim yang kompeten, terlatih dan memiliki sertifikat dari Manggala Agni," kata Group Head Corporate Communications ANJ, Nunik Maharani Maulana melalui rilis yang diterima tribunpontianak.co.id, Senin (16/9/2019).

Selain itu, KAL juga telah melakukan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla.

KAL memiliki peta areal rawan api serta mengamati titik-titik api secara reguler dan aktif.

Sejak wilayah-wilayah titik api teridentifikasi, KAL telah meningkatkan pengawasan dan pencegahan, serta telah meminta bantuan kepada KLHK karena titik hot spot di luar HGU semakin banyak di daerah Sungai Putri dan hutan masyarakat di selatan area perkebunan dan konservasi.

Meski bantuan yang telah diminta KAL kepada KLHK hingga saat ini belum dapat dipenuhi, KAL memaklumi bahwa KLHK harus memprioritaskan titik api lainnya yang relatif lebih dekat dengan kawasan pemukiman masyarakat. 

Baca: Anggota Kodim 1203 Ketapang bersama Masyarakat Gelar Solat Istisqa

Baca: VIDEO: Polusi Asap, Sejumlah Penumpang Pesawat Batal Terbang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang

KAL terus mempersiapkan dan menambah sumber air yang akan diperlukan.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved