PMKRI Pontianak Desak Menko Polhukam Wiranto Minta Maaf

kabut asap terjadi karena kebakaran lahan gambut jadi apa sangkut pautnya dengan masyarakat yang berladang di dataran tinggi bukan di lahan gambut

PMKRI Pontianak Desak Menko Polhukam Wiranto Minta Maaf
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Pontianak Santo Thomas More, Fhilip Licung 

PMKRI Pontianak: Wiranto Harus Minta Maaf

PONTIANAK - Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Pontianak Santo Thomas More, Fhilip Licung angkat bicara mengenai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengenai peladang dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto juga secara tidak langsung dinilai bisa menghilangkan adat istiadat Dayak lokal yang ada di Kalbar. 

Di mana setiap tahunnya makan padi baru dari hasil berladang.

"Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto harus meminta maaf dan mengklarifikasi tentang pernyataan tersebut kepada masyarakat petani khususnya yang berladang," katanya, Minggu (15/9/2019). 

Baca: PMKRI Pontianak Tak Setuju Karhutla Gara-gara Peladang

Baca: PMKRI Pontianak Angkat Suara Polemik Revisi UU KPK

Dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto tersebut sudah jelas mendeskriminasikan petani yang berladang. 

Selain itu, menurutnya, secara tidak langsung juga hendak menghilangkan adat istiadat gawai Dayak yang mana masyarakat Dayak setiap tahunnya gawai makan padi baru.

Padahal aktivitas masyarakat petani yang berladang sudah zaman nenek moyang. 

Bahkan setiap petani yang berladang  di daerah dataran tinggi, bukan di tanah gambut. 

Baca: Paulina Harap Ketua PMKRI Bengkayang Jadi Garam dan Terang Dunia

Baca: PMKRI Bengkayang Angkat Suara Sikapi OTT Bupati Suryadman Gidot

Wiranto menurtnya harus tahu hal seperti itu dan sampai sekarang belum ada petani yang berladang di tanah gambut.

Sedangkan kabut asap terjadi karena kebakaran lahan gambut jadi apa sangkut pautnya dengan masyarakat yang berladang di dataran tinggi bukan di lahan gambut.

"Maka dari itu harapan saya pemerintah harus usut tuntas penyebab terjadinya kabut asap yang terjadi khususnya di Kalbar saat ini," harapnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved