TRIBUNWIKI

Muhardi Juliansyah Ciptakan Puisi 'Hari Raya Kabut' Untuk Negeri Kalimantan, Ini Penggalan Puisinya

puisi untuk keadaan Kalimantan akan dampak Karhutla yang banyak dirasakan oleh masyarakat. Berikut puisinya

Muhardi Juliansyah Ciptakan Puisi 'Hari Raya Kabut' Untuk Negeri Kalimantan, Ini Penggalan Puisinya
TRIBUNPONTIANAK/Maudy Astri Utami
Muhardi Juliansyah, seorang mahasiswa Akuntansi, di Universitas Tanjungpura yang hobi menulis puisi 

Muhardi Juliansyah Ciptakan Puisi 'Hari Raya Kabut' Untuk Negeri Kalimantan, Ini Penggalan Puisinya

PONTIANAK - Perkenalkan, ia Muhardi Juliansyah, seorang mahasiswa Akuntansi, di Universitas Tanjungpura yang hobi menulis puisi sejak masa-masa sekolah.

Dengan rangkaian kata, Muhardi juga telah menciptakan karya puisinya dalam bentuk sebuah buku.

Kini ia menulis kembali puisi untuk keadaan Kalimantan akan dampak Karhutla yang banyak dirasakan oleh masyarakat. Berikut puisinya:

Baca: Balai Bahasa Kalbar Serahkan Hadiah Lomba Menulis Puisi Bagi Siswa SMP/MTs se-Kalimantan Barat

Hari Raya Kabut

Pak, tak terasa ya, hari raya kabut sudah tiba
Mata kami pak, mata kami memerah
Sedangkan paru-paru sudah kami ganti menjadi ingsang dan trakea
Senang bukan pak? Dibayar mahal oleh penguasa hanya untuk mematikan ikan dan belalang dengan perlahan
Sudah kami siapkan hidangan, air payau dan minyak dari kelapa untuk dimandikan pada nisan sendiri
Kami takmampu pak, takmampu membayar mahal
Sedangkan saku celana bapak amat tebal untuk kami tumpuk dengan uang
Enak ya pak, tinggal di gedung mewah dan sejuk
Air ada manis-manisnya
Sedang air kami ada payau-payaunya

Baca: Mahasiswi UBSI Pontianak Lolos Seleksi Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2019

Baca: Barbie Kumalasari Mengaku Pria Ini Ayah Angkatnya, Mr Puisi Malah Tak Kenal

Pak, bahagia bukan bersahabat dengan orang berkantong tebal
Tapi kami dengan ikhlas bersahabat dengan kabut pekat yang setiap saat mengincar kegelapan.
Pak, selamat hari raya kabut
Kami segenap rakyat yang dikelilingi pengap mengucapkan ‘’bapak kapan taubat’’
Sedangkan anak-anak kami saban hari berobat .
Dari rakyat yang begitu mencintai konglomerat.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved