Fikrul Setiawan: Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Permudah Transfer Ilmu

inovasi dengan teknologi informasi tersebut kebutuhan akan informasi dan sebagai sumber pengetahuan akan didapatkan

Fikrul Setiawan: Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Permudah Transfer Ilmu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua Umum Ikatan Alumni TIK, Fikrul Setiawan. 

Fikrul Setiawan: Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Permudah Transfer Ilmu

SINGKAWANG - Hari kunjung perpustakaan pada tanggal 14 September ini menjadi momentum bagi pustakawan untuk lebih inovatif dalam era digital ini.

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat juga berpengaruh terhadap minat baca di perpustakaan.

"Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tentu akan mempermudah kita untuk saling mentransfer ilmu dan pengetahuan yang butuhkan," kata Ketua Umum Ikatan Alumni TIK IKIP PGRI Pontianak, Fikrul Setiawan, Minggu (15/9/2019).

Ia mencontohkan, misalnya sekarang perlahan dengan meninggalkan buku secara fisik untuk beralih ke ebook yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun saat dibutuhkan.

Baca: Arsip Penting di Reformasi Birokrasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Singkawang Gelar Sosialiasi

Baca: Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara dengan Perpustakaan Terbanyak di Seluruh Dunia

Tentu ada perbedaan apabila membaca langsung buku dengan membaca melalui media digital.

Namun kedekatan masyarakat sekarang dengan gadget bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca menjadi lebih tinggi.

Paradigma perpustakaan seperti gudang penyimpanan koleksi buku saja misalnya mesti dirancang dengan bantuan teknologi informasi sehingga menjadi daya tarik pembaca dan tentunya akan mempermudah.

Sehingga inovasi dengan teknologi informasi tersebut kebutuhan akan informasi dan sebagai sumber pengetahuan akan didapatkan.

Baca: Indra Dwi Prasetyo: Literasi Kita yang Belum Usai

Baca: Wisata Literasi Nasional 2019 Puncak Agenda di 2019, FIM Canangkan Roadshow se Kalbar

"Tentunya jika tanpa inovasi di era digital ini dikhawatirkan perpustakaan akan semakin ditinggalkan karena persaingan platform misalnya seperti Google dan Wikipedia yang mempermudah pencarian informasi dan koleksi yang banyak," tuturnya.

Ia berharap perpustakaan akan tetap menjadi pusat pengetahuan dan koleksi bahan perpustakaan digital akan semakin banyak.

Namun mesti selaras dengan minat baca yang semakin meningkat sehingga peradaban negara Indoensia menjadi lebih baik. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved