Dibalik Bencana Asap, Sutarmidji Ungkap Perbuatan Tak Terpuji Pemkab Lindungi Pemilik Kebun

Dibalik peristiwa bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, ada fakta lain yang disebutkan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Dibalik Bencana Asap, Sutarmidji Ungkap Perbuatan Tak Terpuji Pemkab Lindungi Pemilik Kebun
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji saat diwawancarai awak media usai Rapat Paripurna DPRD Kalbar, di kantor DPRD Provinsi Kalbar, Pontianak, Rabu (21/8/2019). Rapat beragendakan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Perubahan APBD provinsi Kalbar tahun anggaran 2019. 

Dibalik Bencana Asap, Sutarmidji Ungkap Perbuatan Tak Terpuji Pemkab Lindungi Pemilik Kebun

PONTIANAK - Bencana kebakaran hutan dan lahan sehingga menimbulkan bencana baru yaitu kabut asap semakin menjadi-jadi di Kalbar. Pemerintah setempat sudah meliburkan sekolah berulang kali untuk mengurangi dampak buruk bagi kesehatan.

Dibalik peristiwa bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, ada fakta lain yang disebutkan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Ia secara gamblang menyebutkan lahan yang terbakar sebagian besar di lahan konsesi perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI).

Bahkan meradang karena ada indikasi daerah melindungi para pengusaha yang lahannya terbakar.

Baca: Polusi Asap yang Melanda Kota Sanggau Semakin Pekat

Baca: VIDEO: Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak

Indikasi itu dijelaskannya ketika petugas atau aparat kepolisian bahkan Kapolda Kalbar, Irjenpol Didi Haryono berkunjung ke titik api, tapi Pemda setempat seperti menghalangi dengan memberikan informasi bohong pada aparat penegak hukum.

Setelah diteliti, Midji mengungkapkan lahan yang terbakar adalah milik pengusaha tertentu dan ada indikasi daerah melindunginya. Ia meminta daerah menghentikan kegiatan melindungi pengusaha yang tidak taat aturan menjaga lahan konsesinya.

"Nah kite, teliti punye teliti akhirnye lokasi yang terbakar milik pengusaha tertentu. Daerah ade seperti melindungi, ini tidak boleh terjadi," ucap Midji meradang, Minggu (15/9/2019) malam.

Ia memastikan siapepun dia, perusahaan apapun itu, milik siapapun tetap diberikan sanksi tegas dan tindakan.

Sekarang ini, sudah banyak yang diberikan sanksi. Ia ingin peristiwa ini terakhir kalinya masalah Karhutla yang banyak terjadi di Kalbar. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved