Polres Sambas Amankan 150 Karung Gula Diduga Ilegal Asal malaysia, Begini Kronologisnya

Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Prayitno menjelaskan, jika barang berupa gula sebanyak 150 karung adalah milik tersangka Br.

Polres Sambas Amankan 150 Karung Gula Diduga Ilegal Asal malaysia, Begini Kronologisnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
150 karung Gula pasir yang masih tersimpan rapi di dalam truk yang berhasil di amankan oleh Satreskrim Mapolres Sambas. 

Polres Sambas Amankan 150 Karung Gula Diduga Ilegal Asal malaysia, Begini Kronologisnya

SAMBAS - Kepolisian Resort Sambas, berhasil mengamankan penyeludupan gula pasir sebanyak 150 karung, Minggu (15/9/2019).

Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Prayitno menjelaskan, jika barang berupa gula sebanyak 150 karung adalah milik tersangka Br.

"Tersangka Br kedapatan membawa gula tanpa di lengkapi oleh dokumen resmi saat melintas di Jalan Raya Kartiasa, Desa Kartiasa. Setelah kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat," ungkapnya.

Pengamanan itu di lakukan pada pukul 07.05 pagi. 

Baca: Polres Sambas Gagalkan Pengiriman 150 Gula Tebu Ilegal

Baca: VIDEO: Wawancara Kasat Reskrim Polres Sambas Terkait OTT Beberapa Waktu Lalu

"Kami dapat informasi dari masyarakat bahwa ada satu unit mobil barang Merk Mitsubishi warna kuning dengan bak kayu berwarna biru sedang membawa barang-barang yang berasal dari Negara Malaysia tanpa dilengkapi dengan dokumen apapun," Katanya.

"Selanjutnya atas dasar informasi itu kemudian anggota Polres Sambas langsung melakukan penyelidikan, dan tepatnya di Jalan Raya Kartiasa Desa Kartiasa anggota menemukan mobil dimaksud yang dikendarai oleh Hen," jelasnya.

Selanjutnya, ia ungkapkan polisi langsung melakukan pengecekan terhadap barang bawaan.

Maka didapatkan karung yang berisi gula sebanyak 150 karung, seberat kurang lebih 7.500 kilogram. 

Baca: Polres Sambas dan Inafis Polda Kalbar Lakukan Olah TKP di Lokasi Kebakaran Pasar Pemangkat

Baca: Polres Sambas dan Inafis Polda Kalbar Lakukan Olah TKP di Lokasi Kebakaran Pasar Pemangkat

"Selanjutnya anggota melakukan pemeriksaan terhadap muatan yang ada didalam mobil tersebut dan ditemukan barang berupa seratus lima puluh karung gula tebu bertapis yang bertuliskan Gula EP1 PRAI buatan Malaysia dengan berat sekitar 50/karung dengan jumlah keseluruhan sekitar 7,5 ton," ungkapnya.

Barang tersebut rencananya akan kembali di jual di Kecamatan Sambas. Setelah di kembangkan di dapatkan bahwa, barang tersebut adalah milik Br.

Br diduga melanggar Pasal 62 junto pasal 8 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved