Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang Kecam Pernyataan Wiranto

Alo menilai sikap berlebihan oleh pak Wiranto menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan adalah suatu kesalahan yang keliru.

Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang Kecam Pernyataan Wiranto
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Alo, S.Pd 

Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang Kecam Pernyataan Wiranto

BENGKAYANG- Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang mengecam pernyataan Wiranto.

Selain itu, Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang melalui Ketuanya, Alo, S.Pd menilai pernyataan Wiranto tidak memahami adat dan kearifan lokal berladang.

Berikut penuturannya berdasarkan rilis tertulis yang diterima Tribunpontianak.co.id

Menyikapi persoalan tuduhan peladang adalah biang dari penyebab kabut asap yang tidak mendasar pada masyarakat adat yang notabene adalah peladang ketua pemuda dayak Kabupaten Bengkayang, Alo menilai sikap berlebihan oleh pak Wiranto menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan adalah suatu kesalahan yang keliru.

Sebagai kompensasi Wiranto mengatakan pemerintah akan merekrut patani menjadi pasukan Mandala Agni pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan.

Baca: Darwilias Menyayangkan Pernyataan Wiranto Terkait Peladang Sebagai Penyebab Kabut Asap

Baca: Persatuan Peladang Kecam Menko Polhukam Wiranto

Ketua pemuda dayak Alo menilai suatu gagasan dan ide yang salah yg tidak mengedepankan kearipan lokal dan budaya betapa tidak menurut alo, berladang adalah asal-usul dasar adanya even budaya seperti gawai karna hubungan festival budaya gawai tidak dapat kita pisahkan dari kebiasaan masyarakat adat dayak berladang.

Jika ke depan pemerintah menerapkan kebijakan pasukan Mandala Agnj pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan sama halnya pemerintah menghilangkan sejarah Gawai itu sendiri jika ini yang terjadi sangat bahaya hati-hati pemerintah dalam menyikapi persoalan ini.

Apa lagi yang dikatakan pak Wiranto akan diberi gaji intensif oleh pemerintah Alo optimis tak akan dapat menyurutkan niat masyarakat untuk tidak berladang karna kebiasaan masyarakat adat berladang adalah suatu kebiasaan yang sudah menjadi budaya yang sudah turun temurun dan tidak mudah dihilangkan begitu saja.

Sebagai pemuda dayak Alo berharap pemerintah sebaiknya bisa mencari solusi yag tepat dan bijak misalnya pendampingan kepada masyarakat adat yang berladang

“Sejauh ini kan sudah ada seperti contoh program KAT komunitas adat terpencil yang sudah ada tingal bagaimana pemerintah mengoptimalkan kembali keberadaan KAT tersebut, sehingga kehadiran KAT tersebut mampu melakukan komunikasi dengan masyarakat adat yag baik dan benar dengan tidak menghilangkan kebiasaan masyarakat untuk berladang,” katanya.

saya rasa ini lebih tepat dan multi manfaat ketimbag rencana pemerintah mengadakan pasukan Mandala Agni pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan, karena kontek sasaran nya lebih kepada persoalan kasus kebakaran hutan dan lahan tanpa ada solusi pencegahannya,

Didalam permen LH peraturan menteri lingkungan hidup pasal 4 ayat (1) masyarakat hukum adat yang melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan 2 (dua) hektar per kepala keluarga untuk ditanami jenis varietas lokal wajib memberitahukan kepada kepala desa dan kepolisian untuk mengamanan, pemadaman, kebakaran lahan (ladang) ini ketentuan yang baik tingal bagaimana pemerintah menjalankannya aturan itu. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved