Masih Berkeliaran, Dua Ekor Babi Milik Warga Ditembak Mati Tim Eksekusi

Dalam rangka menegakkan Peraturan Desa (Perdes) 007 Tahun 2017 terhadap hewan ternak yang masih berkeliaran.

Masih Berkeliaran, Dua Ekor Babi Milik Warga Ditembak Mati Tim Eksekusi
TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Penertiban dengan menembak mati dua ekor ternak babi di Sendaun, Kamis (12/9/2019). 

Masih Berkeliaran, Dua Ekor Babi Milik Warga Ditembak Mati Tim Eksekusi

LANDAK - Dua ekor hewan ternak babi milik warga Dusun Sendaun, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang ditembak mati oleh tim eksekusi pada Kamis (12/9/2019).

Eksekusi yang dilakukan tersebut, dalam rangka untuk menegakkan Peraturan Desa (Perdes) 007 Tahun 2017 terhadap hewan ternak yang masih berkeliaran.

Dua ekor babi akhirnya menjadi korban eksekusi mati di Dusun Sendaun RT 6. Eksekusi mati terhadap 2 ekor babi milik masyarakat yang masih bekeliaran tersebut.

Dilakukan oleh tim penertiban yang terdiri dari Kepala Desa Tebedak beserta perangkatnya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas Desa Tebedak.

Baca: Dor! 13 Ekor Babi Milik Warga Desa Engkadu Mati

Baca: Gawai Dayak di Sanggau, Ada Lomba Tangkap Babi Sita Perhatian Warga

Bhabinkamtibmas Desa Tebedak Brigpol Suprayitno yang mendampingi menuturkan, kegiatan tersebut merupakan eksekusi gelombang pertama penertiban terhadap hewan ternak milik warga yang masih berkeliaran.

Setelah dikeluarkannya Perdes dilakukan sosialisasi terhadap seluruh warga Desa Tebedak khususnya di Dusun Sendaun, dengan memberikan warning kepada warga.

Bagi yang memiliki hewan ternak (babi) untuk segera mengandangkan ternaknya. Bila dibiarkan lepas berkeliaran, akan sangat mengganggu dan merusak tanam tumbuh yang ada disekitar.

"Serta kotoranya akan kemana-mana, sehingga menimbulkan pemandangan yang tidak enak dipandang dan bau yang tidak sedap," ujar Yitno.

Sementara itu, Kepala Desa Tebedak Ideng selaku pemimpin tim eksekusi mengatakan, sosialisasi dan peringatan sudah dilakukan. Namun nampaknya ada beberapa warga yang sengaja tidak mengindahkan peringatan.

Jadi tim lakukan tindakan tegas, berupa eksekusi dengan cara ditembak menggunakan senapan angin.

"Kami bertindak tegas atas dasar kesepakatan bersama yang sudah disepakati dari tahun 2017 lalu sampailah tahun 2019 ini baru terlaksana eksekusinya. Sudah terlalu lama toleransi yang sudah diberikan kepada warga," katanya.

Selain itu, eksekusi gelombang kedua juga akan diberlakukan apabila ada laporan mengenai ternak babi yang dilepaskan lagi dari kandangnya oleh masyarakat Sendaun.

Diakuinya, dari hasil penertiban hingga saat ini, belum ada komplain dari warga yang ternaknya dieksekusi.
"Saya sangat berterima kasih kepada warga yang mendukung operasi penertiban ini," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved