Dishangpang Hortikan Akui Konsumsi Ikan di Sanggau Cenderung Naik

Pertahun rata-rata masyarakat Sanggau mengkonsumsi ikan sebesar 34 kilogram.

TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Kepala Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H John Hendri 

Dishangpang Hortikan Akui Konsumsi Ikan di Sanggau Cenderung Naik

SANGGAU-Kepala Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H John Hendri menyampaikan, Jumlah konsumsi ikan di Kabupaten Sanggau masih di bawah Rata-rata nasional.

Pertahun rata-rata masyarakat Sanggau mengkonsumsi ikan sebesar 34 kilogram.

"Sedangkan rata-rata nasional 50 kilo gram. Tapi dari tahun ke tahun naik konsumsi ikan di Sanggau. Tahun 2018 jumlahnya 32 kilo gram,” katanya, Minggu (15/9/2019).

Hendri menjelaskan, Hal ini tidak lepas dari ketersediaan ikan. 

Baca: Wagub Kalbar Ajak Gemar Konsumsi Ikan

Baca: Bupati Sanggau Lantik Pengurus Forikan Sanggau, Ajak Masyarakat Biasakan Konsumsi Ikan

Selama ini perairan umum yang ada di Kabupaten Sanggau hanya sungai dan danau, sifatnya pun musiman.

“Kita ini kan musiman. Apabila kemarau, para pencari ikan ada yang mukat, mancing dan rawai. Kalau dia di hari-hari normal itu kan tidak seperti itu, Beda dengan laut. Kalau laut itu memang rutinitasnya mencari ikan),” tuturnya.

Terkait harga ikan yang relatif lebih mahal di pasaran, Hendri menjelaskan bahwa itu sebagai hukum dagang. Jika banyak akan murah, demikian juga sebaliknya.

"Seperti sekarang banyak orang nangkap ikan, harganya relatif murah. Tapi kalau air pasang, cukup tinggi,”tegasnya.

Untuk itulah, agar ketersediaan ikan bisa mencukupi adalah dengan memperbanyak budidaya.

Saat ini  ikan-ikan yang dijual di pasaran 30 persennya berasal dari kabupaten lain.

“Kalau budidaya ini kan sifatnya tidak ada musim. Kalau ikan yang dijual di pasar itu dari kita 60-70 persen, Sisanya dari luar. Seperti lele ada yang dari mempawah, Perbulan kuota lele 10 ton, Kita baru mampu 7 ton. Tiga ton dari luar,”ujarnya.

Hendri juga berpesan agar petani tidak perlu takut dengan prospek budidaya ikan.

Budidaya ikan baik keramba maupun kolam terpal, menjanjikan secara ekonomi.

"Untuk satu kolam terpal kalau kita buat totalnya itu berkisar Rp 4 juta. Sekarang harga lele tarulah Rp25 ribu perkilo gram, Kan lumayan. Dan untuk berikutnyakan tinggal menyediakan pakan dan bibit, karena kolamnya sudah ada,” pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved