Breaking News:

Dishanpang Hortikan Sanggau Belum Terima Laporan Lahan Petani Alami Fuso

John Hendri menyampaikan, Dalam kalender pertanian saat ini masuk dalam musim tanam gadu.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Hortikan Sanggau H Jhon Hendri 

Dishanpang Hortikan Sanggau Belum Terima Laporan Lahan Petani Alami Fuso

SANGGAU - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H John Hendri  menyampaikan, Dalam kalender pertanian saat ini masuk dalam musim tanam gadu.

"Gadu itu dimulai dari April sampai September. Tapi kalau dari kalender produksi itu memang dihitung dari pertanaman bulan Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019 kemudian tanam April 2019 sampai September 2019 merupakan satu tahun produksi yaitu produksi tahun 2019, "katanya, Kamis (12/9/2019).

Jadi, lanjutnya, satu musim rendengan Oktober 2018 sampai Maret 2019 sudah berjalan dan sudah lewat. Dan sekarang tinggal satu musim ini, yakni musim gadu sama dengan musim kemarau.

"Yang berakhirnya pada 30 September 2019 disebut musim gadu atau kemarau. Jadi dua musim ini yang disebut suatu siklus produksi pertanian, "jelasnya.

Baca: Kadishangpanghortikan Sanggau: 25.077 Hektare Lahan Petani untuk Berladang di Agustus-September 2019

Baca: Sengketa Lahan Petani dan Perusahaan Sawit di Sambas Berlansung Belasan Tahun

Baca: Lahannya Disegel Kepolisian, PT PSL Tuding Api Bukan Berasal dari Perkebunan Mereka

Saat ini, kita berada diposisi September yang artinya tidak berapa lama lagi akan berakhir dimusim tanam gadu. Dan tentunya dari April, Mei, Juni, Juli memang ada petani yang menanam dan ada yang panen.

"Tapi sekarang yang sudah mulai berjalan adalah musim tanam baik itu disawah maupun diladang. Diawali dari bulan Agustus dan sekarang termasuk musim nugal didaerah yang kering, "ujarnya.

Dikatakanya, mereka yang menanam di Agustus sudah mulai masa pertumbuhan. Dimasa inilah kita sedikit waspada lantaran kemarau yang masih berlanjut. Kemudian, untuk petani menanam padi atau nugal, mereka menunggu turunnya hujan.

"Makanya kira berharap ada hujan supaya pertumbuhan padi yang ditanam pada Agustus makin bagus dan untuk nugal di September ini juga akan diperlukan jika hari hujan, "jelasnya.

Karena ini tahap awal, kita belum melihat dampak yang signifikan dengan adanya musim kemarau ini. Kita harapkan agar di Oktober nanti mulai hujan.

"Sementara ini laporan dari PPL belum ada yang melaporkan fuso. Karena padi inikan mulai tanam, "pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved