Harrison: Wisudawan Poltekes Kemenkes Pontianak Bersama Tuntaskan Masalah Kesehatan di Kalbar

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison mewakili Gubernur Kalimantan Barat untuk menghadiri acara wisuda ke -XXVII Politeknik

Harrison: Wisudawan Poltekes Kemenkes Pontianak Bersama Tuntaskan Masalah Kesehatan di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Kadiskes Provinsi Kalbar usai wisuda ke - XVII Poltekes Kemenkes Pontianak, di Audit Untan, kamis (13/9/2019). 

Harrison: Wisudawan Poltekes Kemenkes Pontianak Bersama Tuntaskan Masalah Kesehatan di Kalbar

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison mewakili Gubernur Kalimantan Barat untuk menghadiri acara wisuda ke -XXVII Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) di Auditorium Universitasn Tanjungpura, kamis (12/9/2019).

Sebanyak 1032 Wisudawan yang mengikuti wisuda ke -XXVI Poltekes Kemenkes Pontianak.

Harrison mengucapkan selamat kepada Poltekes Pontianak yang sudah mewisuda 1032 ribu wisudawan .Ia harapkan kedepan Poltekes Pontianak lebih bisa meningkatkan mutu dari tulisannya.

Ia juga menyampaikan bahwa kedepan banyak sekali tantangan di dunia kesehatan akan dihadapi.

"Saya harapakan wisudawan yang dicetak oleh Poltekses Pontianak bisa bekerja dan sudah mengetahui masalah kesehatan yang ada di daerahnya. Karena hal itu akan memudahkan mereka dalam memecahkan masalah lapangan dan bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ," ujarnya.

Baca: Tunggakan BPJS Badan Usaha di Kalbar Rp1,3 Miliar, Harrison: Harus Ditagih

Baca: Harrison: Gizi Buruk dan Gizi Kurang Tahun 2018 di Kalbar Mencapai 23,8 Persen

Baca: Angka Stunting Kalbar Capai 30 Persen, Ini Harapan Harrison Pada IBI Kalbar

Ia mengatkan untuk di Kalbar sendiri angka kematian ibu dan bayi masih tinggi dan Stunting sendiri masih diangka 33 persen. Itulah yanh menjadi konsen kedepan.

"Stunting ini sangat erat hubungannya dengan pengetahuan ibu dan orang tua terhadap gizi yang baik untuk anaknya. Sebenarnya dengan kita memberdayakan wanita melalui ibu-ibu dirumah maka stunting bisa kita tekan," ujarnya.

Selain itu ia mengatakan Program kolaborasi antata Dinas Pendidikan Kallbar bersama Poltekes Kemenkes Pontianak kedepan banyak memanfaatkan dalam melakukan penelitian atau mengembangkan suatu peralatan dan teknik kesehatan yang berguna untuk masyarkat di Kalbar.

Mengingat memang Kalbar punya masalah pada angka kematian ibu dan bayi serta stunting yang masih tinggi.

Pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara emas dan menjadi 4 negara besar di Di Dunia. 4 Negara tersebut adalah Amerika, Cina , India dan Indonesia yang memang telah diperhitungkan oleh lembaga Keuangan dunia.

"Maka 26 tahun lagi kita menuju masa emas dan anak-anak yang sekarang yang dilahirkan akan bertarung dengan anak-anak dunia untuk bersaing.
Saya ingin anak yang dilahirkan anak yang menjadi generasi sehat dan unggul, serta menjadi anak yang cerdas.
Bagaimana itu semua terwujud yaitu dengan kesehatan," jelasnya.

Gubernur Kalbar juga berpesan kepada dirinya untuk para mahasiswa yang akan menjadi alumni pada hari ini agar tetap mencotohkan pola prilaku hidup sehat dan bersama untuk mengurangi

"Apapun profesi anda anda punya peran yang penting untuk mengurangi stunting," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved