Dokter Achmad Soebagjo Tancarino: Tenaga Kesehatan Harus Mempunyai Multi Skill

Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr Achmad Soebagjo Tancarino menghadiri wisuda ke -XXVI Poltekes Kemenkes Pontianak

Dokter Achmad Soebagjo Tancarino: Tenaga Kesehatan Harus Mempunyai Multi Skill
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Kadiskes Provinsi Kalbar usai wisuda ke - XVII Poltekes Kemenkes Pontianak, di Audit Untan, kamis (13/9/2019). 

Dokter Achmad Soebagjo Tancarino: Tenaga Kesehatan Harus Mempunyai Multi Skill

PONTIANAK - Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr Achmad Soebagjo Tancarino menghadiri wisuda ke -XXVI Poltekes Kemenkes Pontianak yang digelar di Auditorium Universitas Tanjungpura, kamis (12/8/2019).

"Kami dari kementrian kesehatan khususnya dari PPSDM Kesehatan berharap bahwa Poltekes Kemenkes Pontianak dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat tentunya dengan wisuda ini kami berharap bisa turut berkontribusi membagun kesehatan di daerah khusus nya di Kalbar ," ujarnya.

Ia mengatakan selama ini Poltekes Kemenkes Pontianak bekerjasama dengan dinas kesehatan provinsi Kalbar, dan Rumah Sakit untuk praktek.

"Kami sangat senang dengan kerja sama ini sehingga dapat mendukung lulusan di Poltekes Pontianak ini mempunyai keterampilan yang baik untuk melayani masyarakat dengan mutu yang baik," ujarnya.

Ia mengatakan Poltekes Pontianak mempunyai prodi yang memang dibutuhkan dan makin tahun makin menkngkat jumlah mahasiswanya.

Baca: VIDEO: Wawancara Kasat Reskrim Polres Sambas Terkait OTT Beberapa Waktu Lalu

Baca: Pemkab Mempawah Ajukan Penambahan Formasi CPNS, Guru dan Tenaga Kesehatan Prioritas

Baca: Emanuel Paparkan 4 Faktor yang Pengaruhi Kesehatan Masyarakat

"Animo masyarakat masuk ke Poltekes Pontianak tetap baik sehingga dari sisi jumlah mahasiswa stabil bahkan bertambah tiap tahunnya," ujarnya.

Ia mengatakan menjadi seorang tenaga kesehatan harus selalu bersikap postif, bertanggung jawab, memberi nilai tambah dan memberi pelayanan terbaik, melakukan pekerjaan yang benar sesuai dengan legal aspek , dan berkolaborasi antar profesi dan menjujung etika yang di hormati.

"Khususnya di bidang SDM kesehatan masing-masing punya tantangan dari jumlah dan mutu. Jumlah sudah mencukupi tapi ada kendala pada distribusi. Sedangkan Mutu terus di jaga dari sisi pendidikan," ujarnya.

Ia mengatakan kementrian kesehatan selalu melakukan program kesehatan, satu diantaranya melalui Program Nusantara Sehat program untuk daerah yang mempunyai masalah kesehatan.

Kedepan tenaga kesehatan harus mempunyai multi skill dan tenaga pendidikanya harus aktif mengekplorasi sumber belajar yang sangat melimpah dan tidak kalah penting sebagai tenaga kesehatan harus mengasah soft skill diantara nya interpersonal skill, komunikasi, kolabirasi, berfikir kreatif dan mampu melakukan analisa kritis, dan teamwork.

"Kalau IPK tinggi tapi biasa di dunia kerja dia susah itu karena Soft skill nya kurang. Kalau ingin sukses softskill harus betul-betul di asah," ujarnya.

Ia juga berharap Pemda dalam hal ini Dinkes Kalbar untuk terus mendukung dan meningkatkan kerja sama dalam upaya pengembangan SDM kesehatan .

"Kami sampaikan Poltekes Kemenkes Pontianak memang milik Kemenkes tapi harus mampu berkontribusi di daerah untuk mendukung program daerah . Pesan saya jadilah tenaga kesehatan yang beriman, bertakwa, kompeten dan berdaya saing ," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved