Tinorma: Pencemaran Lingkungan Karena Limbah Rumah Tangga

Tinorma berharap dengan pembangunan SPALD dapat mengurangi dan membebaskan Pontianak dari pencemaran limbah.

Tinorma: Pencemaran Lingkungan Karena Limbah Rumah Tangga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Tinorma Butar butar 

Tinorma: Pencemaran Lingkungan Karena Limbah Rumah Tangga

PONTIANAK - Adanya bantuan dari pemerintah pusat khususnya Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kementerian PUPR untuk membangun  Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) disebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Timorma Butar butar adalah yang yang disambut baik

Tinorma berharap dengan pembangunan SPALD dapat mengurangi dan membebaskan  Pontianak dari pencemaran limbah.

Pencemaran limbah memang sebagian besar disumbangkan oleh rumah tangga, hampir semua langsung membuang limbahnya kesaluran tanpa adanya proses pengolahan. Sementara untuk tempat usaha memang dilakukan pengawasan berkala mengenai instalasi pengolahan air limbahnya.

Baca: VIDEO: Sampah Plastik Berserakan di Kawasan Wisata Air Pauh

Baca: Nasirudin Tak Kuasa Menahan Haru Saat Terima Kunci Rumah Baru dari Danramil 1202-12

"Memang pengolahan limbah pelaku usaha saat ini masih banyak yang belum maksimal seperti hotel, industri dan rumah makan. Tapi kita terus melakukan pembinaan,"ucap Tinorma Butar butar saat diwawancarai, Kamis (12/9/2019).

Program SPALD bantuan dari pemerintah pusat  ditegaskannya memang menjadi solusi untuk mengatasi pencemaran yang terjadi. Sebab limbah masyarakat bisa diolah langsung dan tidak dibuang kesaluran lagi.

"Pengolahan limbah domestik atau rumah tangga ini memang rumit, karena harus terintegrasikan seluruh rumah warga dikawasan itu," jelas Tinorma.

Baca: Pemerintah Pusat Bantu Pembuatan SPALD, Ini Pernyataan Edi Kamtono



Ia menambahkan deterjen juga bisa menjadi limbah jika tidak dilakukan pengolahan yang tepat. Namun ia mengakui memang pengolahan limbah domestik sangat minim bahkan tidak ada.

Pembangunan pengelolaan air limbah skala besar akan  membantu sanitasi Kota Pontianak.

Saat ini masih FGD untuk membahas tahap FS dan masih dalam proses yang panjang untuk dilewati.

Tinorma menegaskan dengan kondisi Kota Pontianak yang banyak parit mengakibatkan masyarakat sangat mudah untuk membuang limbah ke parit dan membuat parit tercemar. Adanya program SPALD dari Kementerian PUPR diharapkan menjadi solusi tepat tangani masalah limbah.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved