Pemerintah Pusat Bantu Pembuatan SPALD, Ini Pernyataan Edi Kamtono

Oleh sebab itu, perlu langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah dalam menanggulanginya.

Pemerintah Pusat Bantu Pembuatan SPALD, Ini Pernyataan Edi Kamtono
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono 

Ia berharap program ini dapat direalisasikan sehingga mampu mengolah limbah masyarakat yang ada.

"Secara umum air parit di Kota Pontianak telah tercemar, itu menunjukkan sanitasi di Kota Pontianak jelek karena tercemar limbah rumah tangga dan rumah makan serta industri," tegasnya.

Baca: Penjaringan Cabup dan Cawabup PDIP Ketapang, 11 Formulir Sudah Ditangan Balon Termasuk Petahana

Baca: Edi Kamtono Sebut Pencemaran Limbah di Pontianak Sudah Memprihatinkan

Faktor alam Kota Pontianak dengan muka air tanah yang tinggi dan tanah yang lembek disebutnya memberikan dampak besar terhadap pencemaran lingkungan, karena penampungan limbah tinja masyarakat juga akan penuh saat air pasang.

Saat ini disebutnya tinggal penyediaan lahan untuk tempat pengolahan air limbah skala besar. Dalam program tersebut akan ditanam pipa besar di jalan utama kemudian disalurkan ke pipa sekunder ke rumah penduduk.

"Jadi limbah dari rumah penduduk seperti kloset tidak masuk ketanah tapi masuk ke pipa seperti air bersih, termasuk juga limbah air cucian sehingga tidak lagi mencemari lingkungan," tambahnya.

Edi mengatakan hasil dari pengelolaan air limbah tersebut akan bisa digunakan kembali namun tidak untuk air minum. Dengan pembuatan pengolahan air limbah skala kota memerlukan penanganan yang sangat teknis dan biaya yang besar.

"Hal ini akan lebih menguntungkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan," ujar Edi kamtono.

Dirinya juga menyampaikan sampai saat ini upaya pemerintah Kota Pontianak untuk menekan angka pencemaran lingkungan di Kota Pontianak terus membersihkan saluran melalui normalisasi dan pengerukan.

"Kemudian cara lainnya dengan pengecekan terutama bagi industri, rumah makan dan hotel yang harus memiliki IPAL," pungkas Edi Kamtono

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved