Pembangunan PLTMH dan Jembatan Bermasalah, Camat dan Polisi Turun ke Lokasi

Camat Air Besar Hery Sarkinom dan pihak Polsek Air Besar mendatanggi lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Pembangunan PLTMH dan Jembatan Bermasalah, Camat dan Polisi Turun ke Lokasi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Camat dan Polsek Air Besar ke lokasi pembangunan PLTMH dan Jembatan 

Pembangunan PLTMH dan Jembatan Bermasalah, Camat dan Polisi Turun ke Lokasi

LANDAK - Camat Air Besar Hery Sarkinom dan pihak Polsek Air Besar mendatanggi lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Jembatan di Dusun Engkitib, Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar pada Rabu (11/9/2019).

Kedatangan ke lokasi pembangunan PLTMH tersebut, dalam rangka koordinasi dan pengecekan terkait permasalahan yang terjadi di lokasi pembangunan PLTMH dan Jembatan serta acara Adat Baremah di Bendungan Jembatan Sungai Engkitib.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kades Sekendal Markus Pasaribu, Pesirah Engkitip Ngulur, Kadus Kelepuk Santuali, Ketua RT Engkitip Anus dan personil Polsek Air Besar Aipda Fitriono Akbar, Bripka Deni Ardiansyah, dan Brigpol Deni Sastro.

Dalam pelaksanaan koordinasi itu, Kades Sekendal Markus Pasaribu melaporkan bahwa telah dilakukan tindakan tidak menyenangkan oleh Edi Kusmanto, mantan warga Engkitip yang sekarang tinggal di Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Baca: Bupati Landak Resmikan Jembatan Gantung Dari Dana Desa di Parek

Baca: Satgas Pamtas 643 Bersama Warga Bangun Jembatan Roboh

Baca: Jembatan Roboh Dilalap Api Karhutla, Warga Kampung Telayar Mempawah Dambakan Jembatan Baru

"Tindakan Edi Kusmanto itu melarang para tukang kerja di lokasi jembatan dan Air terjun Dait yang akan di bangun. Dengan dasar tuntutanya meminta ganti rugi sebesar Rp 15 juta yang tidak dipenuhi oleh Desa Sekendal," cerita Markus Pasaribu.

Kades juga menjelaskan, pihak Desa sebelumnya sudah mau mengganti rugi sebesar Rp 2,9 juta. Dikarenakan tanah tersebut milik Pemerintah dan Desa. "Sudah toleransi mengganti tanam tumbuh di lokasi pembangunan jembatan," katanya.

Camat Air Besar Hery Sarkinom mengharapkan, pembangunan PLTMH dan Jembatan nantinya tidak bermasalah lagi. Sehingga masyarakat Dusun Kelepuk Dait khususnya RT Engkitip bisa menerima manfaatnya.

"Semoga dengan pembangunan PLTMH dan Jembatan ini, masyarakat RT Engkitip bisa memanfaatkan bagi kemajuan warga sekitar. Kawal proses pembangunan, sehingga bisa terlaksana sesuai jadwal yang ada," pinta Camat.

Selain itu, harus menjaga keamanan material dan tenaga teknis pada waktu pelaksanaan ini dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Harus dijaga, agar tidak mengakibatkan gagalnya pembangunan PLTMH dan Jembatan ini," harap Camat.

Kapolsek Air Besar Iptu Elfis Satria Efdi melalui Kanit Sabhara Aipda Akbar Fitriono menyampaikan imbauan Kamtibmas agar warga mendukung pembangunan PLTMH di Air Terjun Dait. Sehingga berjalan sesuai rencana selalu jaga situasi aman dan kondusif.

"Diharapkan warga mendukung pembangunan PLTMH di Air Terjun Dait ini, agar berjalan sesuai rencana. Selalu jaga situasi aman dan kondusif, apabila nanti ada gangguan kamtibmas segera laporkan ke pihak kepolisian," ungkapnya.

Setelah mendengar dan koordinasi permasalahan tersebut, dikeluarkan surat persetujuan dan pernyataan tentang masalah tersebut yang di Tandatangani perangkat Desa dan warga Desa Sekendal dan di sahkan Oleh Camat Air Besar.

Dilanjutkan Acara adat Baremah di Jembatan Engkitip Besar yang akan dibangun, karena jembatan tersebut satu-satunya akses jalan menuju Air Terjun Dait.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved