Bupati Jarot Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Desa Rarai Menuju Desa Sarai

Bupati Sintang, Jarot Winarno, meninjau progres pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Desa Rarai menuju Desa Sarai Kecamatan Sungai Tebelia

Bupati Jarot Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Desa Rarai Menuju Desa Sarai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Bupati Sintang Jarot Winarno saat meninjau pembangunan infrastruktur jalan dari Desa Rarai menuju Desa Sarai 

Bupati Jarot Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Desa Rarai Menuju Desa Sarai

SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno, meninjau progres pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Desa Rarai menuju Desa Sarai Kecamatan Sungai Tebelian, Rabu (11/09/2019).

Pada peninjauan kali itu, Bupati Sintang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Murjani, Kepala Bidang pekerjaan Jalan (PU) Suryadi, serta kontraktor pengerjaan jalan yakni CV Linoh Perkasa.

Jarot mengatakan pengerjaan jalan ini mengunakan Dana Alokasi Khusus ( DAK) Apirmasi yang mampu memberikan Autcam terbesar bagi kita semua dan masyarakat sekitar
Desa Rarai dan Desa Sarai.

Dari dana Alokasi khusus (DAK) pada tahun 2019 terdapat 6 tempat dalam progres pengerjaan jalan dan salah satunya ruas jalan tersebut yang merupakan Autcam terbesar, juga termasuk dana yang minim yang hanya menelan biaya 1 miliar.

Baca: Liburkan Sekolah Akibat Polusi Asap, Bupati Jarot Imbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Baca: Bupati Jarot Winarno Ungkap Persiapan Kapuas Raya Sudah Rampung, Tunggu Persetujuan Presiden Jokowi

Baca: Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Sintang, Bupati Jarot Ingatkan Prestasi Tidak Diraih Instan

Menurut bupati, pengerjaan jalan dengan dana yang minim ini mampu membuka konektifitas antara Desa Rarai ke Desa Sarai maupun desa yang ada di sekitar nya yang mana jalan ini mampu
memberikan kemudahan bagi warga dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

“Jalan sepanjang sepanjang 7 kilo meter ini dikerjakan selama tiga bulan,adapun bentuk pengerjaannya pengerasan serta pelebaran badan jalan," ungkapnya.

Dijelaskan pula bahwa jalan tersebut merupakan jalan poros menuju Kabupaten Sintang. Dampak dari proyek
pengerjaan jalan itu sanggat bagus dan baik, mengginggat semua warga masyarakat sudah pasti
melewati jalan poros itu untuk memudahkan jalur konektifitas menuju Kabupaten Sintang.

“Sebelum dibukanya jalan poros ini masyarakat selalu mengunakan jalan yang lama yakni memutar melewati desa melayang sari ataupun desa lebak ubah yang memakan waktu cukup jauh. Dengan dibukanya jalan ini warga bisa menghemat waktu lebih cepat kurang lebih satu jam dan bisa memangkas jarak tempuh sejauh 15 kilo meter," tambah Jarot. (Marpina Sindika Wulandari)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved