Bupati Jarot Lantik 8 Pejabat Untuk Bergeser dan 5 Pejabat di Posisi Yang Sama Hingga Batas Pensiun

Bupati Sintang Jarot Winarno melantik seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, 8 Pejabat

Bupati Jarot Lantik 8 Pejabat Untuk Bergeser dan 5 Pejabat di Posisi Yang Sama Hingga Batas Pensiun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Bupati Sintang saat menyampaikan sambutannya pada pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Sintang, 

Bupati Jarot Lantik 8 Pejabat Untuk Bergeser dan 5 Pejabat di Posisi Yang Sama Hingga Batas Pensiun

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno melantik seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, 8 Pejabat Bergeser dan 5 Pejabat di Posisi Yang Sama Hingga Batas Pensiun, Kamis, 12/9/2019) di Pendopo Bupati Sintang.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, Anggota Forkopimda, Ketua Sementara DPRD Sintang Florensius Roni, Panitia seleksi mutasi Jabatan Tinggi Pratama, seluruh pejabat Tinggi Pratama beserta istri, rohaniwan dan pejabat administrator di Lingkungan Pemkab Sintang.

Jarot dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlu diketahui untuk pelantikan pejabat struktural pada hari itu telah melalui berbagai proses yang melibatkan panitia seleksi mutasi JPT terkait pembahasan pada tatanan jabatan pimpinan tinggi pratama dan telah disetujui oleh komisi aparatur sipil negara yang mengawasi pelaksanaan “sistem merit” dalam sistem manajemen kepegawaian.

"Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa setelah ini akan dilaksanakan lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama yang belum terisi/lowong. Dan saya berharap agar seluruh pejabat administrator yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat ikut serta dalam seleksi dimaksud nantinya," ujarnya.

Menurut Jarot mutasi/rotasi adalah hal yang biasa dalam suatu kehidupan organisasi pemerintahan. Sehingga hal tersebut selayaknya ditanggapi secara wajar. Karena merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai sebagai upaya penyegaran, peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Baca: Bupati Jarot Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Desa Rarai Menuju Desa Sarai

Baca: Liburkan Sekolah Akibat Polusi Asap, Bupati Jarot Imbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Baca: Bupati Jarot Sambut Kepulangan 153 Jemaah Haji Kabupaten Sintang

"Semoga pelantikan ini dapat lebih memberikan motivasi kepada saudara untuk senantiasa berkiprah dan mengabdikan diri selaku ASN sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawab saudara sebagai seorang pejabat," ucapnya.

Jarot juga menyampaikan jabatan yang diberikan tersebut merupakan sebuah amanah dan kepercayaan pimpinan yang harus disyukuri dan hendaknya dapat dijaga dan diimbangi dengan kejujuran, keikhlasan, tanggung jawab serta prestasi dalam bekerja. Jangan sampai di sia-siakan dan disalahgunakan apalagi mengecewakan pemerintah dan masyarakat.

"Bak kata pepatah “jangan menumbuk di periuk, bertanak di lesung” jangan berbuat suatu pekerjaan yang menyalahi kebiasaan, jalankan jabatan yang dipercayakan kepada saudara-saudara dengan selalu berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar tidak berimplikasi pada akibat hukum yang dapat menyusahkan saudara-saudara," ungkap Bupati Sintang itu.

Jarot juga menambahkan hal yang perlu diingat bahwa konsekuensi dari jabatan bukan hanya dipertanggung-jawabkan kepada bangsa, negara dan masyarakat semata, akan tetapi lebih dari itu dipertanggung-jawabkan dihadapan allah swt, tuhan yang maha esa. konsep inilah yang akan melahirkan seorang pemimpin dengan tingkat kesadaran yang tinggi dan kematangan diri dalam semua sisi.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved