Kuasa Hukum Minta PT WHW AR Serahkan Hak Raden Masdi

Mahkamah Agung RI melalui surat putusan No. 475 PK/PDT/2019 telah menolak permohonan PK yang yang diajukan PT WHW AR.

Kuasa Hukum Minta PT WHW AR Serahkan Hak Raden Masdi
TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Kuasa Hukum Raden Masdi, Agus Hendri, SH. 

Kuasa Hukum Minta PT WHW AR Serahkan Hak Raden Masdi

KETAPANG - Mahkamah Agung RI melalui surat putusan No. 475 PK/PDT/2019 pada tanggal 26 agustus 2019 lalu telah menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) atas surat putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi Raden Masdi.

"PK yang diajukan oleh WHW AR telah ditolak oleh Mahkamah Agung. Informasinya bisa di cek di website resmi Mahkamah Agung. Kalau surat putusan masih belum di kirim," kata kuasa hukum Raden Masdi, Agus Hendri, SH dan Muhammad Nazemi, SH Rabu (11/09/2019).

Lebih lanjut, kuasa hukum Raden Masdi mengatakan kalau perjuangan Raden Masdi untuk memperoleh kembali lahan miliknya seluas 41 Hektare yang terletak di Danau Buaya, Dusun Silingan, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang ditempati oleh WHW-AR telah berhasil.

Baca: Bantu Sarana dan Prasarana Pendidikan, Wujud Kontribusi Nyata Program CSR PT WHW-AR ke Kendawangan

Baca: Terminal Khusus PT WHW AR Gelar Latgab Gandeng TNI-Polri dan Instansi Terkait, Antisipasi Terorisme

"Alhamdulillah akhirnya berhasil dan berkekuatan hukum tetap, karena sudah tidak ada lagi upaya hukum lanjutan yang bisa ditempuh oleh pihak perusahaan," ungkapnya.

Kuasa hukum Raden Masdi menyebut kalau pihaknya saat ini masih menunggu itikad baik dari pihak perusahaan untuk secara suka rela menyerahkan hak Raden Masdi sebelum surat putusan diterima. Karena menurutnya jika surat putusan telah diterima maka akan dilakukan eksekusi terhadap lahan tersebut.

"Jadi kita minta pihak perusahan untuk legowo menyerahkan hak Raden Masdi, sebelum dilakukan eksekusi," ujarnya.

Sebelumnya, Raden Masdi melalui kuasa hukumnya, Agus Hendri, SH dan Muhammad Nazemi SH menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi putusan yang telah dikeluarkan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang telah memenangkan perkara perdata atas sengketa lahan miliknya.

Sementara itu, pihak perusahaan saat dikonfirmasi masih belum bisa memberikan tanggapan atas informasi ditolaknya PK PT WHW-AR oleh Mahkamah Agung RI. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved