Yayasan Riak Bumi Adakan Festival Makanan Tradisional 2019 di Lanjak

Potensi sumber daya alam yang kaya di bumi Kapuas Hulu ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai pendukung

Yayasan Riak Bumi Adakan Festival Makanan Tradisional 2019 di Lanjak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Yayasan Riak Bumi Adakan Festival Makanan Tradisional 2019 di Lanjak 

Yayasan Riak Bumi Adakan Festival Makanan Tradisional 2019 di Lanjak

PONTIANAK - Potensi sumber daya alam yang kaya di bumi Kapuas Hulu ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai pendukung ketersediaan pangan.

Beragam bahan baku tersebut diolah sedemikian rupa menjadi sebuah kuliner tradisional yang khas dan dapat dinikmati banyak orang sebagai wisata kuliner.

Hutan yang menyediakan sumber bahan makanan bagi masyarakat di sekitar hutan yang secara turun temurun telah dikelola secara bijaksana adalah upaya masyarakat dengan kearifan tradisi untuk menjaga keanekaragaman hayati yang tersedia di alam secara berkelanjutan yang juga mendukung upaya perlindungan bentang alam atau Landscape yang mencakup sungai dan hutan di dalamnya.

Selain memiliki keunggulan khusus, makanan dari hutan memiliki cita rasa dan nilai kesehatan yang baik, karena diolah dari bahan alami. Pada saat yang sama, pada jaman sekarang promosi makanan instant sangat gencar hingga kepelosoktanah air bahkan didesa-desa terpencil.

Baca: Staf Ahli Kemenpora Ingin Turnamen Sampan Tradisional di Mempawah Terus Lestari

Baca: Pemda Dukung Penuh Turnamen Sampan Tradisional di Mempawah, Tantang Lebih Baik

Baca: Tim Antibar Merugas dari Mempawah Timur Rajai Turnamen Sampan Tradisional 2019

Hal ini diungkapkan langsung oleh satu diantara penyelenggaraan Yayasan Riak Bumi, Deasy Rinayanti Pelealu.

"Banyak sekali makanan dari luar yang menawarkan makanan cepat saji atau fast food yang bahan makanan yang kadang kala tidak jelas asalnya, beberapa menggunakan bahan pewarna dan pengawet berbahaya yang tentunya ke depan akan berdampak terhadapkesehatan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, untuk mendapatkannya harus mengeluarkan uang yang sebetulnya tidak perlu bagi masyarakat yang tidak sedikit masih berkekurangan, padahal masyarakat yang hidup di sekitar hutan memiliki kekayaan sumber makanan dari alam yang bisa diperoleh secara gratis.

Oleh karena itu, perlu untuk mendorong masyarakat untuk merasa bangga akan makanan dari hutan yang lebih sehat dan kembali kepada makanan yang alami atau back to nature.

Dan hal ini sejalan dengan sebuah gerakan dunia yang belakangan ini semakin besar untuk mengkampanyekan makanan slow food sebagai kebalikan dari fast food tersebut.

Hal ini juga dalam upaya mempromosikan dan berbagi pengetahuan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan berbasis kearifan tradisidi desa-desa di Kabupaten Kapuas Hulu serta memperkenalkan makanan tradisional khas Kabupaten Kapuas Hulu, maka perlu dilakukan kegiatan Festival Makanan Tradisional 2019.

Kegiatan ini juga akan dilaksanakan pada 14-15 September mendatang.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved