STIK Muhammadiyah Pontianak Sosialiasi Penanganan Epistaksis pada Siswa SD Se-Kota Pontianak

Usman juga mengatakan bahwa kegiatan tak hanya dengan dengan penyampaian materi, namun juga diberikan simulasi.

STIK Muhammadiyah Pontianak Sosialiasi Penanganan Epistaksis pada Siswa SD Se-Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dokumentasi Sosialiasi Penanganan Epistaksis pada Siswa Sekolah Dasar. 

Citizen Reporter

Alumni STIK Muhammadiyah Pontianak, Ns. David Nurfianto, S.Kep

PONTIANAK - Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak mengadakan Sosialiasi Penanganan Epistaksis pada Siswa Sekolah Dasar Se-Kota Pontianak.

Sosialiasi Penanganan Epistaksis pada Siswa Sekolah Dasar ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada anak sejak dini, agar anak lebih memahami mengenai penanganan epistaksis.

Dimana angka kejadian epistaksis lebih banyak terjadi pada siswa. Sementara itu penanganan yang biasa dilakukan langsung dibawa ke Rumah sakit, tanpa penanganan awal terlebih dahulu.

Dosen STIK Muhammadiyah Pontaianak, Ns. Usman, M.Kep yang juga pemateri dalam sosialisasi ini mengatakan bahwa penanganan epistaksis secara dini ini sangat penting.

"Ini sangat penting Kita berikan kepada siswa sekolah dasar. Hal ini sangat membantu para siswa agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut dan mencegah terjadinya trauma," ujar Usman. Selasa (10/09/2019).

Usman juga mengatakan bahwa kegiatan tak hanya dengan dengan penyampaian materi, namun juga diberikan simulasi.

Baca: Kabut Asap Selimuti Sanggau, Ini Wakil Bupati Yohanes Ontot Ungkap Hal Ini

Baca: FOTO: Kabut Asap Pekat Sebabkan Jarak Pandang Terbatas di Pontianak

"Para peserta di evaluasi dengan cara menjawab pertanyaan dan melakukan simulasi atau praktikum langsung kepada pasien yang mengalami epistaksis," tegas Usman.

Sementara itu, Joni yang merupakan satu diantara peserta mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu.

"Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menangani epistkasis, sehingga kami sangat berterima kasih kepada penyelenggara atas kegiatan ini," ungkapnya.

Tak hanya itu, Joni juga berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan kembali.

"Semoga kedepan ada kegiatan serupa yang bisa kita ikuti, untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang kesehatan," tutupnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved