Wagub Kalbar Ria Norsan Akui Asap Semakin Pekat dan Mengaku Tidak Tahu Asal Asap

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan hadir bersama ribuan masyarakat lintas etnis memanjatkan doa bersama

Wagub Kalbar Ria Norsan Akui Asap Semakin Pekat dan Mengaku Tidak Tahu Asal Asap
TRIBUNPONTIANAK/Anesh Viduka
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan bercengkrama dengan sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat usai rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Barat ke-25 masa persidangan ke-III tahun sidang 2019, di gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (13/6/2019). Rapat ini beragendakan Penyampaian jawaban Gubernur Kalimantan Barat atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Barat terhadap nota penjelasan Gubernur Kalimantan Barat terhadap raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2018. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Wagub Kalbar Ria Norsan Akui Asap Semakin Pekat dan Mengaku Tidak Tahu Asal Asap

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan hadir bersama ribuan masyarakat lintas etnis memanjatkan doa bersama untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Mantan Bupati Mempawah ini menegaskan perbedaan agama, suku dan etnis yang ada di tengah masyarakat harus dijadikan sebuah kekuatan dan dijaga.

Dalam agenda ini, bukan hanya mendoakan keutuhan NKRI namun dipanjatkan pula agar Kalbar diturunkan hujan mengingat kabut asap semakin pekat dan ada daerah sudah meliburkan aktivitas belajar mengajarnya.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengakui ketebalan kabut asap semakin parah dan ia pun tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Ia beralasan bulan lalu titik panas lebih banyak dari saat ini, namun ketebalan kabut asap tidak seperti saat ini.

Baca: Ria Norsan: Mempawah Bersiap Dampak Mega Proyek, Pemprov Bersiap Dampak Pemindahan Ibu Kota

Baca: RPJMD Melebihi Target, Ria Norsan: Sanksi Tidak Dapat Tunjangan 6 Bulan Menanti

Baca: Ria Norsan Minta RPJMD Kabupaten Mempawah Harus Selaras dengan Pemprov dan Pusat

Ia malah menuding kabut asap yang semakin pekat di Kalbar adalah kiriman dari daerah lain. Hal itu karena ia berpatokan pada titik panas yang tidak sebanyak bulan lalu.

"Doa bersama yang digelar ini selain untuk keutuhan NKRI, kita juga meminta agar diturunkan hujan. Supaya kabut asap cepat hilang dan aktivitas bisa berlangsung normal kembali," ucap Norsan saat diwawancarai, Senin (9/9/2019).

Lanjut disampaikannya pada bulan lalu seribu lebih titik panas namun kabut asap yang ditimbulkan tidak separah sekarang. Hal ini menurutnya menjadi tanda tanya.

Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah disampaikannya telah menerjunkan 1500 personel TNI dan 500 kepolisian.

Saat ini tujuh helikopter untuk water boombing disiapkan, empat di stanbay di Ketapang dan tiga di Pontianak. Namun dua unit helikopter di Ketapang rusak.

Dirinya mengatakan untuk helikopter yang rusak telah diajukan pada BNPB agar ditindaklanjuti.

Terkait adanya titik panas dilahan konsesi, ia menyebutkan tegas diatur didalam peraturan gubernur. Jika hal tersebut terjadi karena tidak sengaja dibakar dan berlokasi dekat lahan konsesi maka akan dicabut selama tiga tahun izinnya.

"Apabila sengaja dibakar dan dapat dibuktikan dengan bukti yang jelas maka akan dicabut izinnya selama lima tahun dan dilaporkan ke Polda," katanya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved